From Last Year to This Year, What was the last TV Show you saw, and did you like it?

What was the last TV Show you saw, and did you like it?

Beberapa serial TV telah saya tonton, setidaknya dalam 1,5 tahun  terakhir; Sherlock s4, Game of Thrones s6, Outlander s2, Walking Dead s6-7, How to Get A Murderer, hingga musim terakhir American Horror Story (yang sangat mengecewakan), hingga Iron First dan Gotham (yang hanya nonton beberapa episode di awal karena belum menemukan mood untuk menonton).  Ada beberapa serial baru (setidaknya ‘baru’ dalam dua tahun terakhir) yang saya coba nonton, so here’s my quick review:

Making A Murderer:

Making-a-Murderer-Logo-NetflixIni adalah serial dokumenter yang ditayangkan Netflix, mengisahkan tentang Steven Avery yang didakwa atas kasus kekerasan seksual selama 18 tahun. Kasus ini terjadi pada tahun 1985 dimana pada saat itu belum ada teknologi untuk pengecekan DNA. Akhirnya setelah ditahan beberapa tahun Avery dibebaskan karena tidak terbukti bersalah (penyelidikan ulang, thanks to WIP, Wincosin Innocent Proect). Kasus ini cukup menjadi headline di Amerika. Hingga kemudian Steve Avery bersama Lawyernya mencoba untuk menuntut sejumlah ganti rugi seperti materi dalam jumlah yang banyak. Kemudian masalah baru datang yakni Avery dituntut kembali untuk pembunuhan Teresa Halback seorang juru foto. Bukti-bukti mengarah ke Avery sebagai pelaku pembunuhan. Akankah Steven Avery bisa membuktikan kalo dirinya tidak bersalah kali ini. Sayangnya untuk mengetahui jawabannya masih harus menunggu season 2 hehe. Awalnya saya menonton serial ini karena serial ini cukup mendapat kritik positif, dan juga belum ada rasanya serial dokumenter seperti ini. Disisi lain kita bisa melihat begitu lemah/buruknya kah sistem aparat keamanan/kepolisian Amerika dalam menangani kasus Avery (pria tidak bersalah dihukum bertahun-tahun dimana dirinya sudah mengatakan dan melakukan pembelaan berkali-kali bahwa dia tidak bersalah). Disisi lain kita bertanya-tanya apakah kali ini Avery benar atau berbohong (sengaja memanfaatkan situasinya di masa lalu untuk masa ini? Who knows). Its a Good Storyline, groundbreaking.  Baligitha’s rated: (7.5/10)

Narcos

narcos_mainAwalnya saya menonton serial ini karena penasaran dengan Pedro Pascal (yes, Prince Oberyn yang mati mengenaskan di Game of Thrones lol). Pilot episode pertama serial ini cukup menarik. Serial ini menceritakan mafia kolumbia bernama Pablo Escobar dalam bisnis kokain dan perdagangan gelap. Kemudian ada 2 agen polisi (CIA or FBI? Sejenis itulah, maaf saya nonton tahun lalu jadi sudah agak lupa lol) yang akan berusaha menangkap Javier Pena. Kisah ini diangkat dari kisah nyata, dan banyak adegan action yang ditampilkan dalam  serial ini (well aint that much).  Saya sendiri baru menonton season 1 dan belum berniat melanjutkan ke season 2. Karakter protagonis di serial ini Boyd Holbrook (villain di Logan) terlihat lebih menonjol dibanding Pedro Pascal yang jatah screentime nya sedikit hehehe.. overall its Good but not my cup of tea (7/10)

Stranger Things

28f0cf25-3a9d-4c51-9d87-612f9bfce14fSerial ini juga tayang di Netflix. Jujur saya sebenarnya bukan penggemar serial bergenre seperti ini (science fiction/horror?). Namun saya menyukainya, surprise! Akhir-akhir ini saya suka serial yang tiap seasonnya pendek. Maksudnya dalam 1 Season hanya 5 hingga 10 episode. Stranger Things ini cuma 8 episode, dengan cerita padat, jelas, dan tentu saja menarik. Mengambil lokasi di sebuah kota kecil bernama Hawkins, dimana seorang anak secara misterius menghilang. Sang ibu dan teman-temannya dan juga sherif lokal berusaha mencarinya. Pada saat yang bersamaan muncul seorang anak perempuan misterius bernama Eleven. Banyak peristiwa supernatural yang terjadi, dimana Eleven mengetahui dimana keberadaan Will serta berbagai misteri lainnya. Semua karakter ditampilkan dengan baik di serial ini. Ada Winona Ryder, dan juga para anak-anak kecil yang berakting natural, sangat bagus. Di akhir cerita saya juga menangis, ya sedih gimana lagi 😀 . Season 2 sendiri akan tayang tahun ini. (8/10)

iZombie

Marquee_iZombie_550772f603dc95.54749361Serial ini dibuat oleh creator Veronica Mars (yang saya belum pernah nonton satupun episodenya lol). Yang membuat saya menonton dua season pertama adalah karena ada sedikit (SEDIKIT loh ya) kemiripan serial ini dengan Buffy The Vampire Slayer, serial favorit saya dulu. Bahkan hal ini diakui oleh creatornya sendiri. Menceritakan tentang Olivia ‘Liv’ Moore yang menjadi zombie sejak acara pesta di kapal. Liv awalnya hidup normal menjadi seorang dokter dan sudah punya tunangan, dimana mereka akan menikah 6 bulan lagi. Hal tersebut sirna, Liv menemukan dirinya menjadi zombie dengan wajah menjadi pucat dan rambut putih hoho.. 😀 Liv kini bekerja di kamar mayat, dimana ia setiap hari ia tidak bisa menahan untuk menkonsumsi bagian tubuh (mostly brain) dari mayat tersebut (serem ya, but this comedy series, jangan takut), Liv mendapatkan ‘zombie vision’ setelah menkonsumsi apa yang ia makan. Alhasil tanpa diduga ia jadi membantu seorang detektif untuk menemukan pembunuh atau penyebab kematian sang mayat (jane doe/john doe etc ), Serial ini cukup lucu, namun kadang bosan juga nontonnya hahahaha. (7.10)

Riverdale

riverdalecoverDiangkat dari Archie Comics. Dimana pembuhuhan seorang siswa bernama Jason Blossom menyeret para siswa, dan keluarga untuk terlibat di dalamnya (yes, I told u this is my quick review, when i said QUICK i really mean it, so its gonna be very very short). Saya sendiri semangat menontonnya di 6 episode pertama, meskipun saya sempat dibuat sedih (menangis, dan sungguh memalukan) karena Archie&Betty yang saya idamkan bersama (SHIP) di episode 1 langsung tidak ada harapan di episode 1 itu sendiri LOL. Saya juga sangat jengkel dengan karakter Archie (seriously this guy is just a d**k!!). makin lama terlalu banyak drama di dalamnya, ternyata pada akhirnya saya tetap tidak bisa menyukai serial CW (duh). Di Amerika saat ini serial ini memasuki episode 13, saya sendiri belom menonton episode itu. (6.5/10)

13 Reasons Why

MV5BYTFmNzRlNWYtMmFmNi00ZTFiLWJhODgtOGM5ODQ5NTgxZWUwL2ltYWdlXkEyXkFqcGdeQXVyMTExNDQ2MTI@._V1_UX182_CR0,0,182,268_AL_Ini serial netflix yang sedang digandrungi anak-anak muda (saya lahir awal 90an jd saya tua ya hahaha). Selena Gomez menjadi executive produser serial ini, dan serial ini diangkat dari novel laris berjudul sama. 13 Reasons Why mengisahkan Hannah Baker (Katherine Langford), seorang siswa SMA yang memutuskan bunuh diri dengan meninggalkan kaset yang berisi rekaman suaranya. Dalam kaset itulah Hannah menceritakan satu demi satu dari 13 alasan yang ia miliki hingga memutuskan mengakhiri hidupnya. Sounds scary lol.. OK, saya sendiri sempat maraton hingga episode 7 dan setelah saat ini saya mulai pelan-pelan nontonnya (mulai bosan) dan endingnya juga ya … (tonton saja sendiri). Serial ini akan berlanjut ke season 2 (meski saya agak bingung nanti ceritanya mau tentang apa dong hehe). Serial ini cukup bagus tapi di tengah sedikit mulai membosankan (bukan sedikit tapi nyaris membosankan lol I just try to be polite). Banyak karakter di film ini. Disatu sisi kita akan bisa mengerti alasan Hannah untuk mengakhiri hidupnya, namun disisi lain kita juga malah bisa bersimpati kepada orang-orang yang menjadi list Hannah (orang-orang yang berada dalam tape ini). Saya tidak mau banyak berkomentar tentang serial ini (biar gak dibully kalo salah omong lol).   (7.5/10)

Westworld

MV5BMTEyODk5NTc2MjNeQTJeQWpwZ15BbWU4MDQ5NTgwOTkx._V1_UY1200_CR90,0,630,1200_AL_Saya baru menamatkan serial ini minggu lalu, salah satu serial terbaik yang pernah saya tonton dan saya akan membahasnya di postingan selanjutnya. (9.5/10 for season 1)

So, what about You?

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s