Baligitha’s album Review : A Thousand Suns

Ketika pertama kali mendengar keseluruhan lagu di album A Thousand Suns, bali lumayan terkejut mendengar sound yang benar-benar keluar dari sound dari album LP sebelumnya. Menurut bali, unsur hip-metal sudah nyaris 100% hilang, dan kalo harus mengkategorikan secara specific genre/sound di album ini bali juga bingung. Eksperimental, pasti.  ElectonicRock? Rap-Rock-Electro? ElectroRock? Hehe.. bingung.. But, This album is amazing, believe me

Almost 3 Years since Minutes To Midnight in 2007, and here we are, we got A Thousand Suns! Menurut bali, Album ini memang ‘benar-benar album’ secara hampir semua track berkesinambungan/berkelanjutan satu sama lain..

Here’s my crap review.. (ps. My review’s ability is suck but this album totally GREAT)

Dari 15 lagu, ada 6 lagu yang merupakan interlude. Track pembuka adalah The Requiem, dimana single ini sangat mengingatkan bali tentang nyanyian suku na’vi dalam film James Cameron “Avatar”, (yes, this single starting with a mysterious sound!) dan female choir menyanyikan potongan lyric The Catalyst, yang sebenarnya ini adalah suara mike shinoda yang di edit, lol.. but I really loved it!! The Radiance sebagai track kedua membuat sedikit depresi, karena cuma berdurasi 57 detik dengan speech dari Oppenheimer dan disertai music yang masih kelanjutan dari single pertama.

Finally, single pertama non-interlude, Burning In The Skies, heartbeat drum di awal lagu dilanjutkan dengan iringan piano singkat yang sekilas mengingatkan kita akan single ‘What I’ve Done’.  Selanjutnya electric/pop guitar masuk, dimana Mike Shinoda menyanyikan verse1&2 dan Chester di bagian chourus, pretty good song (ps. After 2.35 you can hear the guitars fade out, the keys and mike singing in the end). Track ke4 adalah Empty Spaces, lol.. no comment deh buat track ini.. ridiculous but creative?

“Im not a robot not a monkey”.. “Tyrin to catch motherfucker” horayy! Single ke5 When They Come For Me, bener2 membuktikan kalo Mike emang rapper yang hebat. Sepertinya single ini ditunjukkan untuk fans LP yang ga menerima perubahan music LP. Di track ini terdapat juga music eropa timur (Arabian?) but all I can say this is worth single! Track selanjutnya adalah Robot Boy, Mike dan Chester bernyanyi bersama (dengan suara Chester lebih dominan), sekilas beat single ini mirip dengan tipe2 lagu milik Ryan Tedder/One Republic (Apologize maybe?). Track ke7, interlude Jornada Del Muerto dimana Mike bernyanyi dengan bahasa Jepang J, imo this is the best interlude on the album, sayangnya cuma terlalu singkat. Track selanjutnya, adalah single yang menjadi Hits ke 2 di album A Thousand Suns, Waiting For The End, single ini sudah jelas menjadi single paling radio friendly diantara single-single lain dalam album ini. Struktur single ini berbeda jika dibandingkan dengan struktur single pada umumnya. Diawali mike dengan rapp ala reggae? And Chester with beautifully vocal. This is the best single from the album, just imo. Next, Blackout membuktikan bahwa Chester tidak kehilangan kemampuannya dalam soal berteriak, perfect scream! Dan nuansa Arabian di awal, membuat single ini menjadi lebih menarik. Track ke 10 Wretches and Kings merupakan salah satu lagu terbaik di album ini, mengingatkan sedikit pada Points of Authority (di akhir , because Joe Hahn is really present in this single,lol) koloborasi Mike&Chester yang menawan, Mike rapp perfectly, Chester nasty scream also super perfectlyJ, Wisdom Justice and Love interlude yang menampilkan speech Martin Luther King, dilanjutkan dengan track Iridescent, dimana untuk pertama kalinya semua member Linkin Park bernyanyi! (Mike sing with beautiful voice at the beginning J and the piano is pefect) dan seandainya single ini menjadi hits ke3, bisa dibayangkan bagaimana warna-warni music videonya (in my dreams, lol jk). I Have no idea with the next interlude Fallout, distorted voice, I don’t like it,  then The Catalyst, single pertama dari Album A Thousand Suns, yang dimana bali salut banget dengan tranformasi electro ke rock (“lift me up let me go” part ), still great song.. Track penutup adalah The Messenger, Chester sing with really2 powerfull, dan menginspirasi tentunya. Vocal Chester benar2 amazing di single ini… and I really LOVED it..

Imo, kedewasaan dan kematangan bermusik Linkin Park dibuktikan lewat album ini, Kedewasaan yang bali maksud, Linkin Park berani untuk mengambil resiko besar dengan membuat musik baru, hingga nyaris mengabaikan unsur komersial yang pastinya tidak akan mudah dilakukan oleh para established artis di industry music pada saat ini. Dalam  A Thousand Suns Linkin Park juga menggambarkan bagaimana kejujuran mereka dalam bermusik, the lyrics… proved that.

Overall semua single dalam album ini sangat baik. Ada track yang sedikit mengecewakan (Fallout, Radiance, Empty Spaces) dan sisanya sangat worth and the other is inspirational and amazing. Dan Linkin Park di mata bali ga pernah membuat music yang bad, dan selalu memberikan yang terbaik bagi fansnya.. A for this album! and everybody should buy this one.

“I’m Really Proud Being A Big Fan of Linkin Park since I was 11 Until Present, and I Will Always Love Linkin Park and their music forever and ever

A Thousand Suns Track List :

  1. The Requiem
  2. The Radiance
  3. Burning In The Skies
  4. Empty Spaces
  5. When They Come For Me
  6. Robot Boy
  7. Jornada Del Muerto
  8. Waiting For The End
  9. Blackout
  10. Wretches and Kings
  11. Wisdom, Justice and Love
  12. Iridescent
  13. Fallout
  14. The Catalyst
  15. The Messenger

Best Tracks: Waiting For The End, Wretches and Kings, The Messenger, Iridescent, Blackout

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s