Long Road To Bali, Surat Kuasa, Mie Kocok sampai ‘Tennessee Line’

Selama beberapa hari di Bali (sekarang juga masih).. benar-benar deh, kagak sempat nulis blog apalagi buka facebook (ga’ ampe segininya sie,, boong..he..he…).. Dan sekarang baru sempat menulis langsung posting aja.

Part 1 : Long Road To Bali

Saya memutuskan untuk berangkat ke Bali hari Kamis malam(13/08/09), seperti biasa naik travel langganan saya. Menunggu travel yang seharusnya dating menjemput juam 6 (pm),, malah molor hingga jam 8, benar-benar B.O.R.I.N.G. menunggu 2 jam itu. Setelah dijemput, ternyata perjalanan selalu saja tidak seperti yang saya harapkan. Sempat kaget juga karena sebagian penumpang adalah cowo’ (langsung membayangkan cerita anak perawan di sarang mas-mas, emang ada ya??), untungnya mereka baik-baik saja (dan yang jelas bukan type saya semua!), dilanjutkan dengan sedikit ketegangan di perjalanan, di mana supir travel hamper menabrak mobil semen (yang dipakai buat semen jalan raya itu lho), hingga hampir menabrak bus, lumayan seru juga. Dilanjutkan kemacetan yang terjadi di hutan jati (Baluran), pokonya semua mobil berhenti dech, sampai supir juga turun dan duduk-duduk menunggu di bawah, Oya, saya lupa cerita, sebelum kemacetan, makan malam di sebuah RM dimana petugasnya sempat-sempatnya menggoda (aduh,,ga’ bangett), lantas sampai di pelabuhan, saya memutuskan untuk tetap di mobil travel. Beberapa penumpang turun. Tiba-tiba si supir balik lagi dan duduk di sebelah kursi saya (WTF??!!  nyebut pak!!), tapi Cuma beberapa detik (mungkin dia merasa saya jengkel), dia balik lagi ke kursi sopir. Akhirnya saya sampai di rumah jam 8 (am) wita.. ketemu Mommy n Daddy tercinta tentunya!!!

Part 2 : Surat Kuasa di Tolak Dosen

Seperti postingan saya sebelumnya, saya menitipkan pengisian Krs kepada seorang teman, dengan memberinya surat kuasa. Baru sampai di rumah, beberapa jam kemudian, teman menelpun dan mengatakan surat kuasa saya di tolak dosen PA (ya, bodohnya saya lupa memberi materei disana), but it’s ok,, Thanks for the couple Wida&Brian yang telah membantu

Part 3 : Mie Kocok atau Mie Cambah??

Kemarin Papa mengajak saya dan Mama untuk mencoba mie kocok (yang berlokasi disekitaran Renon, Denpasar), awalnya saya cukup excited meski tidak terlalu menyukai si rambut keriting (alias mie) itu. Sesampai disana, seperti biasa pengunjungnya buanyakk banget, kami bahkan nyaris tidak kebagian parkir. Setelah dapat parkir kami lalu duduk, langsung pesan deh.. Saat pesanan tiba (dimana saya sudah lapar sekali), saya terkejut karena mie tersebut isinya emang dicampur-campur (namanya juga mie kocok), dimana isinya 20% mie, 10% daging dan sayur, 10% kuah, dan 60% cambah. Waduh, ini kenapa tidak dikasi judul mie cambah saja sie?? Saya memang paling anti sama yang namanya kecambah (apa sie nama lainnya??,, lupa), alhasil selera makan saya langsung hilang karena mencium aroma kecambah itu.  setelah hanya menghabiskan 20% dari isi mangkok itu, saya memutuskan makan banyak kerupuk dan minum yang banyak (akhirnya kenyang juga..), Rupanya papa tau kalau anak perempuannya ini sangat tidak menikmati mie kocok kecambah itu, dengan baik hati membelikan bebek goring dalam perjalanan pulang (thanks papa n mama!!)

Part 4 : Tennessee Line

Album Daughtry ‘Leave This Town’ saya dengarkan berulang-ulang selama seminggu ini, salah satu track nya ‘Tennessee Line’ mungkin udah puluhan kali saya dengar dalam sehari, really beautiful song! Saya kecanduan lagu ini deh!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s