Movie Review: Bohemian Rhapsody

Movie Review: Bohemian Rhapsody

poster

I was born the year Freddie Mercury died. For me Freddie is easily the one of most legendary lead singers in the history of rock and roll. I dare to say, he’s absolutely The most legendary, most powerful voice in music history. Queen also one of the most iconic rock bands in history.

Setuju atau tidak, suka atau tidak  dengan statement saya, saya yakin, saya benar jika mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada lagu yang lebih bagus atau menyamai lagu Bohemian Rhapsody dan lagu-lagu hits Queen lainnya seperti We Are The Champions, We Will Rock You, Love of My Life, Under Pressure, Somebody to Love, Killer Queen, Another One Bites to Dust, dan masih banyak lagi. Dan belum ada penyanyi yang memiliki suara sebagus, sepowerful seperti Freddie Mercury! Serta belum ada band se-Legendary Queen? Am I Right? Of course.. I AM! 😀

Kali ini kita akan membahas sebuah film yang baru saya tonton minggu lalu. Bohemian Rhapsody! Meskipun kebanyakan kritikus memberikan respon negatif kepada film ini, namun penonton berkata lain. I love it! We love it! Memang saya akui film ini adalah sebuah film crowdpleaser yang komersil. Tapi apa yang salah dengan itu? Menurut saya film ini mampu memenuhi ekspektasi penonton (khususnya saya yang sangat menyukai film ini, bahkan  masih membekas saat hingga saat ini).

BOHEMIAN RHAPSODYFilm biopic ini menceritakan perjalanan karir Freddie Mercury yang diperankan oleh aktor Rami Malek yang sebelumnya kita kenal lewat serial Mr. Robot. Dibuka dengan scene Freddie yang bersiap tampil dalam konser fenomenal LIVE AID tahun 1985 di Wembley Stadium London. Kemudian cerita kembali (flash back) ke tahun 1970, dimana Freddie masih menjadi baggage handler di Heathrow Airport. Cerita selanjutnya, Freddie pergi ke club untuk menonton konser band Smile (band lama Queen), hingga akhirnya bergabung menjadi vokalis Queen, mulai menulis lagu, rekaman bersama, konser, sukses dan kemudian beberapa masalah berdatangan (Im not good at writing story sorry… )

Meski bagian pertama dari film ini sedikit terburu buru, namun penampilan semua aktor dan aktris di film menurut saya sangat memukau hingga menutupi beberapa kekurangan film ini. Rami Malek berperan sangat baik, seakan dia memang terlahir untuk memerankan Freddie. Selain berakting dengan sangat baik, Rami juga mampu me re-create gaya, gerakan dan aksi panggung Freddie dengan sangat sempurna. Di beberapa scene ia juga memberikan penampilan emosional yang fantastis.

castPara pemain pendukung lainnya juga sangat membantu. Beberapa newcomer seperti Lucy Boynton sebagai Mary Austin dan member Queen lainnya Gwilym Lee sebagai Brian May, Ben Hardy sebagai Roger Taylor (yang super cute hehe..), dan Joseph Mazzello sebagai John Deacon, mereka semua berakting sangat baik. Meski masih tergolong newcomer mereka semua membangun chemistry yang baik sekali dengan Rami. Ada juga kemunculan Mike Myers sebagai Eksekiytif EMI Ray Foster yang terlihat berbeda dan nyaris tidak dikenali.

Di film ini Rami tidak menyanyi, namun vocal yang dipakai merupakan lagu asli Queen ditambah beberapa potongan suara pemenang Queen Extravaganza Marc Martel. Beberapa adegan live konser ditampilkan di film ini, puncaknya pada LIVE AID yang sangat menawan. Saat scene ini saya ingin bernyanyi namun karena saya tau saya berada di bioskop dimana penonton sangat tenang, alhasil saya hanya menggerakkan kaki dan mimicking/lipsync lol.

Beberapa konflik ditampilkan dalam film ini seperti konflik antara Queen dengan pihak EMI, hubungan Freddie dengan bandnya, Mary , keluarganya, kesadaran Freddie akan orientasi seksualnya (He’s gay),  hingga unhealthy/controlling/bad/toxic relationship Freddie dengan managernya Paul (sinister villain, you ruined him, damn you b!tch!!). Dan klimaksnya, Freddie yang merasa kesepian, kehilangan dirinya serta terjerumus dalam party, sex & drugs.

partySemua konflik tersebut sangat menarik, namun sedikit kritik jujur dari saya, durasi film yang hanya sekitar 2 jam lebih, tidak mampu menampung banyaknya cerita sehingga membuat film ini terkesan terburu buru, belum lagi  penambahan cerita fiktif yang cukup banyak supaya film ini menjadi lebih komersil hehe… (i.e: di film Freddie diceritakan menderita AIDS sebelum konser Live Aid padahal yang sebenarnya, Freddie mengetahuinya beberapa tahun setelah live Aid, dan mengungkapkannya kepada publik sehari sebelum kematiannya. Masalah solo karir di film ini menjadi konflik, yang dimana dalam kehidupan asli sepertinya member Queen yang lain tidak masalah dan beberapa penambahan cerita / fiktif lainnya)

Dalam film ini saya juga merasa hubungan Freddie dengan Mary Austin dan Jim Hutton terasa kurang dan dibiarkan begitu saja (come’on, mereka adalah 2 orang terdekat Freddie. Mary was his soulmate dan Jim partnernya hingga ia meninggal.) di Amerika, Film ini ber rating pg-13. Saya yakin LSF Indonesia sudah mensensor habis habisan rating pg13 ini lol. Mungkin kisah hidup Freddie yang kontroversial seharusnya lebih tepat dibuat dengan rating R. Namun jika begitu, kita semua tidak akan bisa enjoy menikmati dan bisa menyaksikannya di bioskop Indonesia. (your turn, Rocketman! I dare you to stay R Rated!😁)

Namun, saya sebenarnya tidak masalah dengan adanya beberapa kekurangan kecil dalam film tersebut. Mungkin saya berharap durasi film ini perlu ditambah lagi. Menurut saya film ini adalah salah satu film favorit saya & terbaik di tahun ini. Film ini wajib kalian tonton di bioskop, apalagi jika kalian adalah fans Queen. Ada salah satu scene saat Live Aid yang membuat saya berkaca-kaca. SPOILER: saat kamera menyorot mata Rami Malek, disaat itu kita sadar bahwa hidupnya tidak lama lagi dan ia hanya ingin memberikan yang terbaik. Beberapa scene emosional lainnya jg membuat saya tersentuh.

Saya juga menyukai humor yang ditampilkan di film ini, kostum, setting dan sinematografi. Sekali lagi, bagian favorit saya dalam film ini adalah akting para pemain khususnya Rami Malek dan adegan LIVE AID serta semua lagu Queen yang ditampilkan (I love QUEEN!)

ramiSebagai aktor, Rami Malek pantas untuk memenangkan sederet awards untuk penampilannya. Keterlibatan sutradara Brian Singer mungkin akan menjauhkan film ini dari nominasi Best Picture di beberapa ajang penghargaan. Sebagai informasi, setelah Brian Singer dipecat karena kasusnya dan konflik dengan para crew film, posisinya digantikan Dexter Fletcher (Sutradara Eddie The Eagle dan Rocketman). Namun sayang credit director kembali lagi kepada Singer berdasarkan peraturan Directors Guild of America.

Saya juga berterima kasih kepada film ini, karena generasi muda bisa mengetahui betapa kerennya musik Queen saat itu. (saat ini musik rock, youknowlah, penuh dengan autotune lol)

BOHEMIAN RHAPSODY

Overall, I enjoy this film so much. The movie is amazing, funny and sad. Rami played Freddie amazingly & his performance was just magnificent. I remember when I watched it last week, at very end, almost everyone in the theatre gave a standing ovation and clapping. A true testament to prove how great this film, especially Rami performances as Freddie Mercury)

Like I said before,  I was born the year Freddie Mercury died. So, thank you Bohemian Rhapsody for letting me feel and see even the slightest emotion of what I missed by not being born 20 years earlier. 

Baligitha Rate: Outstanding (8.5/10)

 

Advertisements

Movie Review: A Star Is Born (2018)

Movie Review: A Star Is Born (2018)

featured_5_3Great story, amazing performance & soundtrack, and heartbreaking. Mungkin itu beberapa kata yang tepat untuk menggambarkan film ini. A Star Is Born bisa dikatakan film favorit saya tahun ini. Sebenarnya saya telah menonton film ini seminggu lalu dan saat itu sebelum menonton saya menghindari semua spoiler. Saya hanya mendengar lagu Shallow yang fantastic serta menonton trailernya sebanyak satu kali. That was a great idea! Saat film berakhir saya tak henti hentinya meneteskan air mata.

Mental health sudah menjadi isu penting yang sering dibahas dalam musik ataupun film. Begitupun dalam film ini, dimana mental health juga menjadi salah satu cerita yang diangkat, disamping kisah cinta dan karir dari tokoh utama Jackson dan Ally.

Diceritakan Jackson Maine ( Bradley Cooper) adalah seorang musisi alcoholic dan drug addict bertemu dengan struggling artist Ally (Lady Gaga). Keduanya merasa cocok dan akhirnya membuat lagu serta tampil bersama di panggung. Mereka kemudian jatuh cinta, namun masalah mulai datang saat Jackson tidak bisa mengendalikan kecanduannya hingga karirnya mulai meredup.  Disisi lain karir Ally yang mulai meroket.

Brody-A-Star-Is-BornDi film ini juga digambarkan bagaimana industri musik / entertainment yang begitu penuh dengan pressure dan dark side.  Kisah Ally & Jackson  juga digambarkan beautiful + heartbreaking. Seusai menonton film ini, saya kembali tersadar bahwa Mental health  menjadi hal penting yang harus kita pedulikan dan bukan hanya menjadi wacana semata. Kita tidak tau apa yang ada dalam pikiran seseorang, bagaimana perasaan mereka dan apa saja yang mereka lalui, so be nice and kind to everyone. Ending dari film ini benar benar membuat saya speechless dan menangis.

Apresiasi luar biasa pantas diberikan kepada Bradley Cooper. Saya sendiri terkesima mendengar suara Bradley yang sangat indah. Bertindak sebagai sutradara, produser sekaligus penulis cerita, ini merupakan prestasi luar biasa untuk dirinya. Semuanya yang ditampilkannya dalam film ini sangatlah indah dan fantastic.

99D7A63B-D088-4BF2-BE5D-572CED644F0E_cx0_cy6_cw0_w1023_r1_sTak bisa dipungkiri, Film ini tidak akan berhasil tanpa Lady Gaga. Suara Gaga tidak perlu diragukan lagi. Di film ini, tidak hanya bernyanyi dengan indah dan luar biasa, namun Gaga juga memberikan penampilan yang sangat memukau. Bradley dan Gaga sama-sama memberikan chemistry yang sempurna dan sangat intens serta emosional. Saya yakin film ini akan mendapatkan apresiasi dari Golden Globe Awards dan Oscar (it should be!)

Applause juga untuk semua penulis dalam soundtrack film ini. Semua lagu  sangat indah. Favorit saya adalah Shallow, Remember Us this Way, Black Eyes, Maybe Its Time, Look What I Found dan  I’ll never Love Again.

Untuk kamu yang menyukai film drama musikal dengan cerita simple namun emosional, kamu harus menonton film ini.

Baligitha Rate: Outstanding (9/10)

 

**Sebagai tambahan entah mengapa saya berpikir banyak kesamaan film ini dengan Chester Bennington. Jika kita mengubah romance dari film ini menjadi friendship atau music, semuanya bisa menjadi kisah hidup Chester. Arizona, Musisi, Rehab, Drugs, Alcoholic, dan Mental Health!

7 Reasons Why You Should Stan Taron Egerton

7 Reasons Why You Should Stan Taron Egerton

taro

what is Stan? Stan means you look up to that person, you watch them or you truly love their content. It’s another word for saying you idolize someone or something. Its no secret that I’m a fan of Taron Egerton. Yeah I really really like&love him😁 (FYI I love him with Respect.). Ok, postingan yang sebenarnya tidak begitu penting untuk ditulis ini merupakan edisi fangirling pertama di blog saya. Sebenarnya saya ingin memposting ini saat Kingsman 2 rilis tahun lalu, namun tragedi Chester membuat saya tidak menulis apa-apa nyaris selama setahun lebih.

Taron merupakan aktor pertama yang saya suka dan so far mungkin satu-satunya, selama ini saya menyukai dan menonton banyak film, menyukai film tersebut tapi tidak peduli dengan aktornya hehehe.. (seriously, penting kah postingan ini? lmao.

Pertama kali saya menyukai Taron karena melihat interview Taron di youtube saat  premiere film ‘Testament of Youth’ (film drama favorit saya) awal 2015. Jika dilihat ia memiliki personalitynya yang humble, fun dan sangat menyenangkan. Dalam interview tersebut dia juga berbicara tentang Kingsman, yang akhirnya, 2 hari kemudian saya tonton film itu  (dua kali di bioskop ya), dan kemudian mengikuti film-filmnya. First of all, he’s not perfect (of course, he’s a human just like us. for example; He smoke, drink, and clumsy, he said that in interview..). But,  Here’s 7 reasons why you should stan this guy:

1. His Great Personality, Sense of Humor, Very Humble, Chill, Sassy+Swag and everything!

He is so humble with interviewer also with fans (analisis ini berdasar semua video dan foto-foto yang saya lihat lol). He also has a great sense of humor. Simak beberapa interview Taron dengan Ali Plumb, Jonathan Ross Show, Fallon, di setiap premiere filmnya, dan banyak lainnya. Dia juga suka lipsync (vine, with his friends or alone) dan kadang tak tau malu (yang penting tidak malu-malu-in kan). Dia juga sopan dan apa adanya. He dont really care about his looks or image. For example, dalam satu interview dia bilang kalo dia tidak seperti Eggsy di kehidupan nyata, dia mengaku clumsy dan gendut. Awesome! He also very Chill (sometimes he’s being awkward in interview too) Kalo ada pertanyaan yang “aneh-aneh” pasti dijawab dengan santai. Most importantly SWAG & SASSY. I dont know how to describe his Swag and Sassy personality, but he is. Taron juga percaya diri banget, meski kadang dia sedikit awkward. He is like the male version of Jennifer Lawrence but less hyperactive. Oh yeah, he also very kind (well, seems like that, at least in his interview)

 

 

2. His Accent

Meski lahir di Inggris tapi Taron besar dan tinggal di Aberystwyth, Wales. He has very unique accent (mungkinkah ini aksen Wales atau Aberystwyth? hehe) Seandainya saya memiliki accent seperti itu mungkin saya akan bicara terus terusan. Beberapa aktor lain yang berasal dari Wales seperti Luke Evans dan Iwan Rheon, aksen Welsh nya tidak sebagus Taron LOL.  Go on youtube and you’ll understand.

3. He Can SING!

Dalam interviewnya atau dalam video di sela-sela syuting bukan rahasia kalo dia suka sekali bernyanyi. Di salah satu episode serial Lewis dia sempat menyanyi beberapa lyrics. Kemudian lanjut mengisi satu lagu dalam soundtrack Eddie the Eagle hingga  dapat bernyanyi di film animasi Sing. Taron sendiri pernah mengatakan dalam interviewnya bahwa salah satu mimpinya adalah bisa berakting dan bernyanyi dalam film musical. Akhirnya mimpi tersebut terwujud,  karena Taron akan full menyanyi di  “Rocketman” yang merupakan biopic Elton John. Film ini rencananya akan rilis musim panas tahun depan. Membayangkan, bakal punya album Taron saat Rocketman rilis pastinya bakal ear blowing dan heart blowing ^_^  (in this case, maybe only  me hehe). Also, good news! Taron juga akan tampil di season kedua Carpool Karaoke yang mungkin akan tayang tahun depan (episode ini pastinya akan mengobati rasa sakit saya saat melihat Carpool Karaoke edisi Linkin Park dan Ken Jeong tahun lalu)

 

 

4. His acting & Films

PhotoGrid_1538216774046

Manners Maketh Man.  Kingsman : The Secret Service adalah salah satu film spy terbaik dan juga favorit. Tidak diragukan dong jika Egerton berakting sangat baik sebagai Eggsy anak ingusan yang akhirnya menjadi gentleman. Dalam Kingsman Taron memainkan Eggsy tetap dengan image nya yang cheeky, witty, dan sassy (also cutie and very handsome hehe mulai..). Setelah Kingsman Egerton tampil di film Testament of Youth dan Eddie The Eagle, dimana ia tampil sangat berbeda menjadi Eddie Edwards, berkacamata dan lebih geek. Di pertengahan film ia tampil dengan kumis dan ini salah satu film favorit saya. Karakter ini sangat berbeda dengan Eggsy. Film Eddie The Eagle juga mendapat kritik yang sangat positif di luar negeri sana dan ini juga merupakan  salah satu film favorit saya. Selanjutnya Taron juga mengambil beberapa film berbeda seperti Legend (mad psikopat?), Billionaire Boys Club (i dont know, playboy? playful?), dan yang akan segera tayang bulan depan Robin Hood. Dalam beberapa video Behind The Scenes Robin Hood Taron dilatih oleh pemanah tercepat di dunia dan dia sangat-sangat mengesankan. Dia juga segera akan tampil di Kingsman 3 dan serial animasi anak-anak Moominvalley. Dan tentu saja Rocketman dimana dia akan tampil seperti Elton John, transformasi yang bener bener speechless..

Harapan saya suatu saat dia akan bergabung dengan Marvel / Disney, hehe (fyi Taron ikutan audisi Han Solo tapi saat 2 besar kalah oleh Alden Idontkownhisname.)

5. He is a good looking guy. Of course, he’s handsome and cute. 

"Testament Of Youth" - World Premiere Centrepiece Gala VIP Arrivals Supported By The Mayor Of London - 58th BFI London Film Festival

He’s good looking and cute. Ok, handsome too. No need to explain.

6. His personal life 

Salah satu yang membuat saya kagum kepada seorang actor adalah bagaimana dirinya bisa memaintance kehidupan pribadi. Taron sendiri dalam hal ini (untuk saat ini sih) mirip seperti Mike Shinoda dalam kehidupan pribadinya. So far tidak ada scandal aneh-aneh dan tidak menjual kehidupan pribadi untuk publisitas eaaaa. And he’s still so humbe kepada pers ataupun fans. He has a girlfriend and their relationship are very private, sweet and cute (his girlfriend is beautiful^_^). I REALLY HOPE he dont do stupid things like beating woman or assaulting someone. Pleasee Taron, dont U ever do it. Taron juga sangat mencintai keluarga dan teman-temannya, dalam suatu interview dia menceritakan menjadi aktor yang kini dikenal tidak mengubahnya, ia tetap Taron yang sama yang berasal dari kota kecil di Aberystwyth,Wales. Taron juga sempat membeli rumah untuk Ibunya saat ia sukses. Ia juga bercerita bahwa keluarganya berperan besar dan sangat support dalam mendukung karirnya. Taron also a gentleman! Dalam interview Kingsman The Golden Circle, ia menolak salah satu scene tertentu (hmm you know what scene lol), karena ia merasa tidak nyaman dan respect kepada lawan main perempuannya, dan akhirnya suami dari sang aktris yang menggantikannya 😀 . wow. I Cant believe that. Taron juga cukup aktif dala kegiatan sosial. Ia adalah salah satu ambassador dari MDA Association, non profit organisasi untuk curing muscular dystrophy, ALS and related diseases. Taron juga berpartsipasi dalam Global Education Event bersama beberapa artis lain di Dubai.

https://people.com/movies/kingsmans-taron-egerton-reveals-he-bought-his-mom-a-house-to-thank-her-for-supporting-him-through-drama-school/

 

7. He is meme-able

PhotoGrid_1538026951452

This.

Album Review: Twenty One Pilots – TRENCH

tren

They’re back! Setelah kesuksesan album Blurryface, world tur yang panjang, kemenangan grammy dan hiatus yang cukup panjang, akhirnya Band favorit saya (setelah Linkin Park) Twenty One Pilots kembali dengan album terbarunya berjudul Trench. Album ini telah rilis di seluruh dunia pada tanggal 5 Oktober 2018.

Album ini merupakan tantangan berat bagi Tyler Joseph dan Josh Dun setelah kesuksesan besar Blurryface (almost every tune on Blurryface went multiplatinum and platinum, their mv reached over 1billion, etc). Kali ini Tyler bekerja sama dengan Paul Meany dari Mutemath untuk memproduseri lagu yang semua lyricnya dia tulis sendiri (Tyler selalu menulis dan menciptakan semua lyric di albumnya).

Untuk genre dan tema yang diangkat dalam album ini masih terdapat banyak kemiripan dengan Blurryface namun lebih dalam dan lebih dewasa dalam menulis lagu serta bermusik. Lewat album ini mereka juga menjelaskan ‘what life is like inside the band’s alternate universe’. Beberapa istilah seperti dema, clancy, nico, dll juga terdapat di album ini. (So in this album, Tyler alternate universe of life, theres a city in called Dema. Much of the record consists of  Tyler Joseph attempting to escape this city, which seems to represent mental imprisonment and the need to break free from brokenness and the hold of Blurryface).

trench 2Di dalam album ini terdapat 14 lagu. Diawali dengan ‘Jumpsuit’ sebagai opener. Musiknya mengingatkan kita pada band Black Keys. Permainan Bass dan drum yang sangat epic dari Tyler dan Josh. Liriknya sendiri bercerita tentang insecurity (“I cant believe how much I hate/Pressures of a new place roll my way”) dalam album ini kembali terjadi transisi musik epic seperti lagu-lagu Twenty One Pilots sebelumnya (read my past review about Vessel and Blurryface). Di lagu ini Tyler juga memperlihatkan kemampuan screamnya.

Lagu selanjutnya Levitate dan Morph. Levitate,  fast rap from our beloved Tyler Joseph. Morph, a terrific track yang juga sangat catchy, lagu ini sekilas mengingatkan kita pada lagu hit mereka Stressed Out.

trenchSalah satu lagu paling catchy di album ini, My Blood menjadi lagu keempat. Diawali dengan musik slow, permainan bass Tyler hingga falsettonya yang manis sekali. Lagu ini cocok sekali dimainkan saat konser dan sangat radio friendly. Mv nya sendiri sudah rilis beberapa hari lalu, salah satu mv terbaik dari Twenty One Pilots.

Salah satu lagu terbaik di album ini (which is my #1 fave track from this album. “Chlorine”. Lagu ini seperti “slow burner”. Slow in the beginning kemudian BOOM amazing.  I think this song make reference to a suicide attempt. (Ive been trying to figure out what this song could be about.. Maybe WILLINGLY drinking chlorine feels similar to having to put on the Blurryface persona in order to write from that perspective which is toxic and deadly to purposely consume and go to those emotional places. Maybe he feels like he loses himself too much in the process with that persona on, in which “HE’LL be back when it’s complete/beat is a chemical? I’m not sure.). Lagu ini juga memiliki structure luar biasa dan ending yang epic serta transisi perpindahan musik yang luar biasa (ala The Catalyst LP). This is the best! Outstanding!

trench 3Smithereens, lagu paling sweet yang ditunjukkan Tyler untuk istrinya. Tidak kalah dari Tear of My Heart dalam album Blurryface, Smithereens menjadi track dengan  outstanding sweet lyric ‘For you/ I’d go write a slick song just to show you the world/.‘ aww beautiful.

twenty_one_pilot_jumpsuit_960-1.pngNeon Gravestones menjadi lagu selanjutnya. In my opinion, this is the darkest song also the most controversial song from Twenty One Pilots. Diawali dengan dentingan piano, rap dari Tyler, drums dan semakin kompleks di akhir. Akan menjadi diskusi yang panjang kita kita menyamakan persepsi kita masing-masing tentang lagu ini. Beberapa orang mengaitkan lagu ini dengan pop culture yang men-trigger kan suicide (hmm 13RW?), tragedi kematian beberapa selebritis like our beloved Chester Bennington (Chester is a big fan of TOP dan Tyler sempat menyampaikan simpatinya kepada Mike sebelum acara AMA 2017), hingga kematian artis lain.

For me, this song is about him (Tyler) argues that we should not glorified suicide. (suicide is majorly glorified and it needs to be stop). People talk about suicide but not many people do something about it. Saya yakin ini salah satunya adalah untuk orang-orang/media yang tidak peduli kepada artis hingga akhirnya mereka memujanya dan mengangkat namanya saat si artis telah tiada (sakit kan). Tyler also believe we should celebrated life not the darkness of suicide (setuju, saya pun masih susah untuk mengingat chester saat ia hidup dibanding kesedihan saat ia pergi). Ok I dont think I can  listen this song without crying. Theyre just,  i dont know. Amazing.

Salah satu lagu yang sangat potensial menjadi hits mereka selanjutnya adalah The Hype. Lagu ini sekilas mengingatkan saya pada musik band oasis. Drums, Ukulele dan teriakan Tyler menjadi pelengkap lagu ini. Awesome.

c00b2e2f-twenty-one-pilots-nico-and-the-ninersNico and the Niners, serta Cut My Lips menjadi lagu selanjutnya. Nico diawali dengan musik ala reggae, permainan drum Josh Dun mengawali rap Tyler, dan catchy chorus. Cut My Lips, terasa seperti lazy track namun sangat unik. This probably my least fave track from this album but i still love it lol.

Meskipun repetitif, Bandito tidak terdengar cheap/cheesy. This track is an excellent example of the power behind layered sounds, displayed masterfully in the bridge, last chorus and outro. Jadi, dengerin sampai habis ya. Karena bakal ada super epic ending di lagu ini (karena lagu ini sudah seperti journey film aja hehe). Disini sekali lagi Twenty one Pilots memperlihatkan kemampuan transisi musik yang luar biasa.

tyPet Cheetah, salah satu lagu yang unik dalam musik dan juga lyric. Hmmm how can i explain this song in Indonesian ya? Ok, so this song mixes techno, rap and rock, along with a healthy dose of reggae and house. No one out there makes music as thrilling as this right? Dan ada Jason Statham juga dibawa-bawa dalam lyric lagu ini. Lagu ini menceritakan kerja keras Tyler untuk kembali dengan album Trench, dimana ia kesulitan untuk menulis lagu karena ia ekspektasi dan tekanan karena kesuksesan besar Blurryface. Disini kita juga mengetahui jika Clique (sebutan fans Twenty One Pilots) memiliki arti yang sangat penting bagi dirinya. Thanks TyJo

 

 

Salah satu lagu personal di album ini adalah Legend. Menceritakan tentang Tyler’s grandfather yang meninggal. Upbeat in sound, a funky keyboard phrase and simple drum track, is heartbreakingly bittersweet as Joseph reminisces about his grandpa’s legacy:). You’re a legend in my own mind/ My middle name/My goodbye. Very nice right?

Album ini ditutup oleh Leave The City yang mengingatkan kita pada lagu Goner di album Blurryface. Starts with slow music and the song ends with Tyler quietly compelling vocals and piano. Pasti sangat epic jika lagu ini dimainkan saat live. (semua lagu di album harus ini dimainkan live!).

Overall ini adalah salah satu album terbaik dan favorit saya. Mereka lebih dewasa dan versatile both lyrically and musically dalam bermusik. Mereka tidak peduli pada mainstream pop anthem. This is also a power album untuk orang orang yang mempunyai depresi, anxiety (me) or even suicidal thoughts. The power of music + talent + voice + meaninful lyrics also encouragement to keep alive = A MASTERPIECE.   (9/10)

Bodyguard, TV Show that will Blow Your Mind!

body.jpgBodyguard merupakan serial tv produksi BBC One (Serial TV sama diantaranya Sherlock, Doctor Who, Coronation Street) yang rilis September 2018. Serial ini adalah serial terlaris di UK tahun 2018 ini sekaligus salah satu serial terlaris sepanjang dekade di UK sana (dengan final episodenya yang ditonton sekitar 14,3juta penonton). Berawal dari ramainya orang-orang membahas serial ini di twitter akhirnya, seminggu lalu saya memutuskan menonton serial ini. Sengaja saya menontonnya satu atau dua episode per hari karena saya tidak ingin serial ini cepat berakhir (total season 1 hanya sebanyak 6 episode). Menurut saya, Bodyguard adalah salah satu tv series terbaik yang pernah saya tonton.

imageBodyguard mengusung genre political thriller. Menjadi tokoh utama dari serial ini adalah Police Sergeant David Budd (Richard Madden; Game of Thrones, yang kali ini surprised! tampil tanpa brewoknya) seorang army war-veteran yang juga mengalami Post-traumatic stress disorder (PTSD). David bekerja sebagai special protection officer untuk Metropolitan Police Service. Di Episode pertama kita sudah disuguhi scene yang sangat menegangkan di dalam kereta (sangat menegangkan, bahkan bisa dikatakan lebih menegangkan dibandingkan film horror😂). David berhasil menggagalkan usaha pengeboman kereta api yang akan berhenti di London Euston. Scene David bernegoisasi dengan istri pengebom, sangat menegangkan dan dihandle dengan baik sekali. Karena keberhasilannya ini, David kemudian ditugaskan untuk menjadi Bodyguard untuk Menteri Dalam Negeri Julia Montague (Keeley Hawes). Episode selanjutnya kemudian menceritakan David sebagai bodyguard Julia. Julia merupakan seorang politisi yang ingin mensukseskan RIPA 18 sebuah Undang Undang anti teroris yang dianggap orang-orang terlalu ekstrim, khususnya soal privasi keamanan, sehingga banyak protestan mengupayakan agar RIPA 18 ini tidak diberlakukan, serta banyak pula orang-orang dengan agenda tertentu yang mengincar nyawa Julia.

Screenshot_2018-10-05-21-05-08-19Jalan cerita dari serial ini cukup kompleks dengan kehadiran berbagai karakter, diantaranya kepala Metropolitas Polisi divisi anti terorism; Commander Anne Sampsons, Penasihat Menteri Dalam Negeri Mike Travis, Kepala Dinas Keamanan Stephen Dunn dan banyak lagi, yang masing-masing memiliki motif atau agenda tersendiri. Masalah semakin rumit ketika David terlibat affair dengan Julia. Saya suka dan bersimpati dengan karakter David disini, David yang mengalami PTSD disatu sisi ingin berada di posisi untuk membantu orang lain namun disaat yang sama ia mulai meragukan kepercayaannya, bahkan menjadi anti hero beberapa waktu. PTSD ini juga yang membuat hubungan rumah tangga David dengan istrinya serta kedua anaknya menjadi berantakan.

Tidak perlu waktu lama, di episode 2 kalian akan disuguhi sebuah scene action yang sangat mengejutkan dan membuat jantung ini serasa copot. Shocking moment selanjutnya terjadi di akhir episode 3 yang membuat penonton hanya bisa geleng-geleng kepala. Di episode ini terdapat 2 karakter baru yang sering muncul yaitu Detektif Deepak Sharma dan Kepala Komando Keamanan Lorraine Craddock, dimana kedua orang ini nantinya yang akan membantu David dalam menemukan siapa dalang dibalik permasalahan ini.

Screenshot_2018-10-06-22-00-04-48Serial ini akan membuat kamu menduga-duga siapa sebenarnya tokoh villain dalam serial ini. Karena saat kamu berpihak pada satu karakter, kemudian bukti-bukti mengarah kalau karakter tersebut bisa saja menjadi otak dibalik permasalahan dari serial ini. Bahkan di awal awal episode saya sendiri pun sempat meragukan keloyalitasan David hehe..

Episode 6 yang merupakan final episode salah satu episode paling briliant. Disini mungkin kita akan semakin bersimpati pada David. Beberapa scene di episode 6 ini akan mengingatkan kita kepada scene di episode 1. Beberapa moment mengharukan juga akan disuguhkan dari serial ini (khususnya saya, yang menitikkan air mata). Salah satunya saat David berbicara kepada istrinya Vicki. Tidak perlu scene action yang berlebihan, serial ini saya yakin akan membuat semua penonton puas dengan scene thriller yang super sangat menegangkan.

Selain didukung cerita yang sempurna, akting dari para pemain sudah tidak usah diragukan. Keeley Hawes sebagai Julia Montogue berakting sangat bagus, we’ll love or hate her at the same time. Richard Madden yang sempat saya underestimasi (karena minus brewok? hehe), memainkan David dengan sangat bagus (bahkan pasca serial ini, dirinya langsung disebut-sebut sebagai salah satu kandidat bond selanjutnya lol). Ini membuktikan bahwa Richard selama ini yanh kita kenal dari Game of Thrones dan beberapa serial tv/filmnya tidak hanya mengandalkan tampang yang tampan namun juga bisa berakting baik sebagai David.

Serial ini juga mampu menggambarkan sosok David yang kadang sangat fragile dengan permasalahan PTSDnya. Beberapa supporting karakter juga memainkan peran nya dengan memuaskan.

Saya tidak akan banyak bercerita tentang serial ini, dan saya haruskan kalian yang menyukai serial dengan genre political thriller untuk menontonnya.

Overall, This series was a roller coaster from the beginning till the end. Great characters, superb acting, the storyline was awesome, with twists and turns that you wouldn’t expect. Best show I’ve seen in years! Really hoping for a season two. (9/10)

I MADE IT! Mike Shinoda Live In Singapore 2018 + Meet and Greet with Mike

mike1

Bahagia, Bangga, Terharu dan Sedih mungkin beberapa dari sekian banyak emosi yang saya rasakan saat menonton konser Post Traumatic Tour dari Mike Shinoda di Singapore beberapa bulan yang lalu. Setelah pergolakan jiwa (baca: GALAU), drama, kondisi yang tidak sehat, akhirnya saya memutuskan untuk menonton konser ini. Ini keputusan yang sangat tepat, karena saya akhirnya bisa melihat Mike lagi dan konser ini adalah salah satu pengalaman terbaik saya di Tahun ini.

So Flashback sedikit sebelum saya mereview konser ini, di awal bulan Mei, tidak diduga-duga, Mike Shinoda mengumumkan tur asianya, bertajuk Post Traumatic Tour. Seperti diketahui Album Post Traumatic adalah album yang ditulis Mike pasca kematian Chester Bennington. Album ini intinya fokus pada ‘healing process’ yang dilakukan Mike pasca kepergian sahabatnya, berisi tentang kenangan Chester dan juga usahanya dalam menghadapi kematian Chester (well, Im not a good  writer, sorry, intinya seperti itu). Tur pertama yang di announce adalah Bangkok diikuti negara asia, dan salah satunya adalah SINGAPORE!

Saya pun sangat bersemangat. Dikarenakan suatu hal, saya akhirnya berangkat sendirian dan mencari tiket pesawat termurah. Konser Mike berlangsung 22 Agustus 2018, saat Umat Muslim merayakan  Idul Adha sehingga semua tiket sangat mahal. Saya memilih flight dari Bali Ke Surabaya jam 7 pagi WITA, kemudian Flight Surabaya-Singapore pukul 13.20 PM WIB. Bayangkan berapa lama saya menunggu di Juanda belum ditambah stress pekerjaan dan sakit beberapa minggu sebelumnya yang menyebabkan saya nyaris tidak berangkat. Perjuangan saya tidak sia-sia, karena sebagai member LPU, saya berkesempatan untuk mengikuti meet and greet dengan… MIKE SHINODA! HELL YEAHHH! Fyi, Ini merupakan pertama kalinya saya ke Singapore dan Sendirian. Selama di Singapore saya merasa senang dan lancar. Saya tinggal di Hostel bersama fans LP dari Indonesia.

Singkat cerita hari H pun tiba. Saya dan teman-teman menuju Zepp Big Box di Jurong East tempat Mike akan konser. Saat menunggu saya sempat bertemu salah satu crew Mike yang paling baik, Lorenzo (one of the sweetest, nicest and kindest person Ive ever met in my life lol).

mike mePukul 6.30pm akhirnya sesi m&g dimulai. Semua yang terpilih m&g berbaris dan Mike akan menjumpai kita satu persatu. Saat Mike tepat di depan saya, saya tidak se-nervous pertemuan 2011 lalu. Saya mengatakan bahwa saya datang dari Bali dan menanyakan apa dirinya pernah ke Bali sebelumnya. Oww dia belum pernah ke Bali. FYI, –Fangirling ALERT Mike terlihat lebih kurus namun tetap sangat ramah, tampan dan karismatik.—Saya pun sempat mengatakan bahwa musiknya dia telah menyelamatkan saya. Dan saya (another fangirling moment, OHPLEASESTOPGIRL -_- , Mike, CAN You Hug Me? tiba-tiba kalimat itu terlontar dengan polosnya dari mulut saya lol. (thanks to Nadia for your suggestion). Mike yang nyaris meninggalkan saya untuk beralih ke peserta m&g disebelah saya, berbalik dan memeluk SAYA. WHAT? ME. AND. MIKE. WERE HUGGED?!!! Still cant believe this is actually happened to me . So, Lets move on.

mike 4

THE CONCERT– Lagu pertama yang menjadi pembuka adalah Petrified dan diikuti Watching As I Fall. Semua penonton menyerukan nama Mike dan histeris. Mike bernyanyi dengan sangat energik dan menyelusuri semua sisi panggung. Usia Mike padahal sudah 41 loh, awesome. Dalam shownya, selain bernyanyi dan rap, Ia memainkan piano dan gitar tanpa lelah. Lagu selanjutnya Castle of Glass, lagu yang biasa dinyanyikan dengan Chester. Cobaan pertama sebagai LP fan di lagu ini. Performance yang emosional diberikan Mike. Penonton tak henti-hentinya bernyanyi bersama menyanyikan lyric demi lyric.

Selanjutnya, untuk debut live pertama Mike membawakan Hold It Together, yang merupakan lagu favorit saya. Setelah beberapa lagu, Mike pun kemudian berbicara kepada fans. Diiringi dengan dentingan piano, dimana hampir semua penonton menangis (termasuk saya), dan akhirnya lagu In The End dimainkan, dimana penonton (kami) menyanyikan bagian Chester.

Ada salah satu moment dimana Mike menyanyikan lagu Roads Untraveled. Lagu yang mengisahkan tentang sahabat tersebut rasanya sangat pas untuk Mike dan Chester. Lagu ini dibawakan Mike dengan sangat emosional. Selama konser Mike tetap memainkan piano dan juga gitar tanpa lelah. Begitu juga band pengiringnya yang tampil memuaskan.

Menjadi set terakhir, adalah encore 4 lagu yakni Welcome, I.O.U, Remember The Name dan Running From My Shadows. Bagian encore ini menjadi bagian terbaik, karena kita semua gembira. Mike juga tampak bahagia. Awalnya saya mengira akan sedih menonton konser ini. Namun, tidak terjadi. Seperti speech Mike, tidak masalah ketika kita memutuskan datang ke konser ini sebagai Fans Linkin Park, untuk mengenang Chester, menyukai musik Mike, atau apapun asalkan kita bisa bahagia dan menghadapi healing process bersama-sama. Also that day is a day where we celebrated Chester’s Life. Saya tahu ini pasti sangat berat untuk Mike tampil tanpa Chester. Namun saya bangga Mike bisa melalui semua itu, meski saya tahu dirinya pasti masih sedih. (me too, I swear not a single day goes by without me thinking of Chester).

Overall, ini salah satu konser favorit saya. Meski luas panggung tidak seberapa, namun Mike tampil melebihi ekspektasi saya. Saya ingin mengucapkan terima kasih, konser ini seakan “healing process” bagi saya (dibanding konser Imagine Dragons yang spektakular namun saya masih sedih hehe). So thank you Mike also Lorenzo (He’s a very nice person)

Keesokan harinya saya harus kembali dengann direct flight sore ke Bali. Sebelum pulang saya sempat mengunjungi beberapa tempat di Singapore. Ternyata solo traveler mengasyikan juga. Semua ketakutan saya sirna lol. Saya sangat menyukai perjalanan saya.

(p.s: foto-foto lainnya dan juga video konser bisa diakses melalui FB & IG saya, pm/comment for request, thank you)

TV Review: LOST (2004-2010)

LOST. IM LOST too..

909688-tv-jpg-lost-series

Lost adalah serial terlaris di Amerika dan sangat-sangat populer. Serial tv ini dibuat oleh J.J Abrams, siapa yang tidak tahu orang ini kebangetan deh hehe.. silahkan googling sendiri ya. Serial ini tayang tahun 2004-2010 di Amerika. Beberapa minggu kemarin akhirnya saya memutuskan untuk binge watching serial ini. 6 Season sekaligus. Dulu saya mengira ini adalah serial tv yang mediacore namun sukses. OH NO. YOU’RE WRONG GIRL! Tidak salah saya membuang waktu saya hingga sakit mata. SPECTACULAR and BRILLIANT! Mungkin Lost adalah serial terbaik yang saya pernah tonton hingga saat ini (at least 3 season pertama). Berbagai tema/ide cerita diangkat dalam serial ini benar-benar mengesankan, dari timeline yang flash back, flash forward, flash sideways, alternate ending, limbo, science fiction, drama, adventure, thriller, action, fantasy hingga TIME TRAVEL. WOW.

Setiap episode MIND BLOWING. Bagaikan film, setiap episode juga memiliki musik yang epic. Serial ini juga menghadirkan pesan/moral value di setiap episodenya, dan ending setiap episode yang WAW THE F. Ok. Hampir semua karakter di serial ini menarik dan keren. Mereka punya kepribadian kuat, semuanya.

Premise yang diangkat dari serial ini sebenarnya cukup simple, yaitu tentang para penumpang pesawat Oceania 815 (penerbangan Australia ke LA) yang mengalami kecelakaan pesawat dan akhirnya terdampar di sebuah pulau misterius. Dari sana sejalan dengan plot cerita, kita diajak mengikuti perjalan setiap karakter, dan ada flash back/backstory karakter tersebut.

Beberapa karakter yang outstanding antara lain dokter bedah kelas I yang mengalami depresi Jack Spephard (Matthew Fox), seorang fugitive Kate Austen (Evangeline Lily), penipu ulung James Sawyer (Josh Holloway), Pria lumpuh yang tiba-tiba bisa berjalan lagi saat tiba di Pulau Lost ini, John Locke (Terry O.Quinn), Calon Ibu muda Claire Littleton (Emilie de Ravin) dan bintang rock one hit wonder Charlie Pace (Dominic Monaghan) dan masihhh banyak lagii.

Ternyata banyak misteri yang menyelimuti pulau tersebut. Ditambah permasalahan lain yang sangat kompleks. “Every questions answered will lead into another questions” LOL. So kalau kamu ingin menonton dan menikmati Lost, kamu harus nonton dari awal dan jangan sampai skip 1 episode pun. Trust me worth it banget serial ini.

Pada season 2 serial ini menghadirkan konflik antara survivors (penumpang Oceania 815) dengan The Others, dan kemudian kemunculan Desmond Hume seorang time travel yang nantinya berperan penting di serial ini.

Kemudian Season 3 menceritakan lebih banyak misteri dengan munculnya tokoh Benjamin Linus  (Michael Emerson, mungkin kalian tahu aktor ini dari serial Person of Interest). Karakter yang wow sangat brilliant, mengesalkan dan membuat kita berkali kali tertipu karena kelicikan dan kepintarannya?

Lanjut ke season  4 difokuskan tentang penyelamatan yang datang (twist, ternyata mereka bukan tim penyelamat), dan kemudian ada scene flash forward setiap episodenya dimana digambarkan 6 survivor yang selamat (nah bingung kan lol). Shocked pulau ini ternyata menjadi pulau yang dijaga. Bahkan salah satu WTF moment adalah ketika pulau ini hilang saat pesawat hendak menuju kesana. The Hell??

Season 5 terdapat 2 timeline, dimana sebagian karakter terlempar ke tahun 1974 dan tahun saat itu 2007. Disini kita mengetahui kalau segala sesuatu yang terjadi di present adalah cerminan masa lalu. Jadi mereka tidak bisa mengubah masa lalu. Nah tambah bingung kan. Oya, di season 3 juga muncul Daniel Faraday, ilmuan genius yang mengerti tentang ilmu waktu dan fisika. Thanks to this character without him NO ONE would know or understand anything LOL.

Di Season 6 misteri mulai terpecahkan tentanag asal usul pulau misterius tersebut, meski plotnya mulai aneh namun saya masih mengapresiasi serial ini karena endingnya yang luar biasa keren dan membingungkan hehe.. Digambarkan semua survivors sedang berada di sebuah gereja, dan semuanya , ok silahkan tonton sendiri.

Overall saya sangat menyukai serial ini dan menurut saya ini serial yang sangat wajib untuk ditonton. Super OUTSTANDING ( 9/10 )