Album Review: Twenty One Pilots – TRENCH

tren

They’re back! Setelah kesuksesan album Blurryface, world tur yang panjang, kemenangan grammy dan hiatus yang cukup panjang, akhirnya Band favorit saya (setelah Linkin Park) Twenty One Pilots kembali dengan album terbarunya berjudul Trench. Album ini telah rilis di seluruh dunia pada tanggal 5 Oktober 2018.

Album ini merupakan tantangan berat bagi Tyler Joseph dan Josh Dun setelah kesuksesan besar Blurryface (almost every tune on Blurryface went multiplatinum and platinum, their mv reached over 1billion, etc). Kali ini Tyler bekerja sama dengan Paul Meany dari Mutemath untuk memproduseri lagu yang semua lyricnya dia tulis sendiri (Tyler selalu menulis dan menciptakan semua lyric di albumnya).

Untuk genre dan tema yang diangkat dalam album ini masih terdapat banyak kemiripan dengan Blurryface namun lebih dalam dan lebih dewasa dalam menulis lagu serta bermusik. Lewat album ini mereka juga menjelaskan ‘what life is like inside the band’s alternate universe’. Beberapa istilah seperti dema, clancy, nico, dll juga terdapat di album ini. (So in this album, Tyler alternate universe of life, theres a city in called Dema. Much of the record consists of  Tyler Joseph attempting to escape this city, which seems to represent mental imprisonment and the need to break free from brokenness and the hold of Blurryface).

trench 2Di dalam album ini terdapat 14 lagu. Diawali dengan ‘Jumpsuit’ sebagai opener. Musiknya mengingatkan kita pada band Black Keys. Permainan Bass dan drum yang sangat epic dari Tyler dan Josh. Liriknya sendiri bercerita tentang insecurity (“I cant believe how much I hate/Pressures of a new place roll my way”) dalam album ini kembali terjadi transisi musik epic seperti lagu-lagu Twenty One Pilots sebelumnya (read my past review about Vessel and Blurryface). Di lagu ini Tyler juga memperlihatkan kemampuan screamnya.

Lagu selanjutnya Levitate dan Morph. Levitate,  fast rap from our beloved Tyler Joseph. Morph, a terrific track yang juga sangat catchy, lagu ini sekilas mengingatkan kita pada lagu hit mereka Stressed Out.

trenchSalah satu lagu paling catchy di album ini, My Blood menjadi lagu keempat. Diawali dengan musik slow, permainan bass Tyler hingga falsettonya yang manis sekali. Lagu ini cocok sekali dimainkan saat konser dan sangat radio friendly. Mv nya sendiri sudah rilis beberapa hari lalu, salah satu mv terbaik dari Twenty One Pilots.

Salah satu lagu terbaik di album ini (which is my #1 fave track from this album. “Chlorine”. Lagu ini seperti “slow burner”. Slow in the beginning kemudian BOOM amazing.  I think this song make reference to a suicide attempt. (Ive been trying to figure out what this song could be about.. Maybe WILLINGLY drinking chlorine feels similar to having to put on the Blurryface persona in order to write from that perspective which is toxic and deadly to purposely consume and go to those emotional places. Maybe he feels like he loses himself too much in the process with that persona on, in which “HE’LL be back when it’s complete/beat is a chemical? I’m not sure.). Lagu ini juga memiliki structure luar biasa dan ending yang epic serta transisi perpindahan musik yang luar biasa (ala The Catalyst LP). This is the best! Outstanding!

trench 3Smithereens, lagu paling sweet yang ditunjukkan Tyler untuk istrinya. Tidak kalah dari Tear of My Heart dalam album Blurryface, Smithereens menjadi track dengan  outstanding sweet lyric ‘For you/ I’d go write a slick song just to show you the world/.‘ aww beautiful.

twenty_one_pilot_jumpsuit_960-1.pngNeon Gravestones menjadi lagu selanjutnya. In my opinion, this is the darkest song also the most controversial song from Twenty One Pilots. Diawali dengan dentingan piano, rap dari Tyler, drums dan semakin kompleks di akhir. Akan menjadi diskusi yang panjang kita kita menyamakan persepsi kita masing-masing tentang lagu ini. Beberapa orang mengaitkan lagu ini dengan pop culture yang men-trigger kan suicide (hmm 13RW?), tragedi kematian beberapa selebritis like our beloved Chester Bennington (Chester is a big fan of TOP dan Tyler sempat menyampaikan simpatinya kepada Mike sebelum acara AMA 2017), hingga kematian artis lain.

For me, this song is about him (Tyler) argues that we should not glorified suicide. (suicide is majorly glorified and it needs to be stop). People talk about suicide but not many people do something about it. Saya yakin ini salah satunya adalah untuk orang-orang/media yang tidak peduli kepada artis hingga akhirnya mereka memujanya dan mengangkat namanya saat si artis telah tiada (sakit kan). Tyler also believe we should celebrated life not the darkness of suicide (setuju, saya pun masih susah untuk mengingat chester saat ia hidup dibanding kesedihan saat ia pergi). Ok I dont think I can  listen this song without crying. Theyre just,  i dont know. Amazing.

Salah satu lagu yang sangat potensial menjadi hits mereka selanjutnya adalah The Hype. Lagu ini sekilas mengingatkan saya pada musik band oasis. Drums, Ukulele dan teriakan Tyler menjadi pelengkap lagu ini. Awesome.

c00b2e2f-twenty-one-pilots-nico-and-the-ninersNico and the Niners, serta Cut My Lips menjadi lagu selanjutnya. Nico diawali dengan musik ala reggae, permainan drum Josh Dun mengawali rap Tyler, dan catchy chorus. Cut My Lips, terasa seperti lazy track namun sangat unik. This probably my least fave track from this album but i still love it lol.

Meskipun repetitif, Bandito tidak terdengar cheap/cheesy. This track is an excellent example of the power behind layered sounds, displayed masterfully in the bridge, last chorus and outro. Jadi, dengerin sampai habis ya. Karena bakal ada super epic ending di lagu ini (karena lagu ini sudah seperti journey film aja hehe). Disini sekali lagi Twenty one Pilots memperlihatkan kemampuan transisi musik yang luar biasa.

tyPet Cheetah, salah satu lagu yang unik dalam musik dan juga lyric. Hmmm how can i explain this song in Indonesian ya? Ok, so this song mixes techno, rap and rock, along with a healthy dose of reggae and house. No one out there makes music as thrilling as this right? Dan ada Jason Statham juga dibawa-bawa dalam lyric lagu ini. Lagu ini menceritakan kerja keras Tyler untuk kembali dengan album Trench, dimana ia kesulitan untuk menulis lagu karena ia ekspektasi dan tekanan karena kesuksesan besar Blurryface. Disini kita juga mengetahui jika Clique (sebutan fans Twenty One Pilots) memiliki arti yang sangat penting bagi dirinya. Thanks TyJo

 

 

Salah satu lagu personal di album ini adalah Legend. Menceritakan tentang Tyler’s grandfather yang meninggal. Upbeat in sound, a funky keyboard phrase and simple drum track, is heartbreakingly bittersweet as Joseph reminisces about his grandpa’s legacy:). You’re a legend in my own mind/ My middle name/My goodbye. Very nice right?

Album ini ditutup oleh Leave The City yang mengingatkan kita pada lagu Goner di album Blurryface. Starts with slow music and the song ends with Tyler quietly compelling vocals and piano. Pasti sangat epic jika lagu ini dimainkan saat live. (semua lagu di album harus ini dimainkan live!).

Overall ini adalah salah satu album terbaik dan favorit saya. Mereka lebih dewasa dan versatile both lyrically and musically dalam bermusik. Mereka tidak peduli pada mainstream pop anthem. This is also a power album untuk orang orang yang mempunyai depresi, anxiety (me) or even suicidal thoughts. The power of music + talent + voice + meaninful lyrics also encouragement to keep alive = A MASTERPIECE.   (9/10)

Advertisements

Bodyguard, TV Show that will Blow Your Mind!

body.jpgBodyguard merupakan serial tv produksi BBC One (Serial TV sama diantaranya Sherlock, Doctor Who, Coronation Street) yang rilis September 2018. Serial ini adalah serial terlaris di UK tahun 2018 ini sekaligus salah satu serial terlaris sepanjang dekade di UK sana (dengan final episodenya yang ditonton sekitar 14,3juta penonton). Berawal dari ramainya orang-orang membahas serial ini di twitter akhirnya, seminggu lalu saya memutuskan menonton serial ini. Sengaja saya menontonnya satu atau dua episode per hari karena saya tidak ingin serial ini cepat berakhir (total season 1 hanya sebanyak 6 episode). Menurut saya, Bodyguard adalah salah satu tv series terbaik yang pernah saya tonton.

imageBodyguard mengusung genre political thriller. Menjadi tokoh utama dari serial ini adalah Police Sergeant David Budd (Richard Madden; Game of Thrones, yang kali surprised! tampil tanpa brewoknya) seorang army war-veteran yang juga mengalami Post-traumatic stress disorder (PTSD). David saat ini bekerja sebagai special protection officer untuk Metropolitan Police Service. Di Episode pertama kita sudah disuguhi scene yang sangat menegangkan di dalam kereta (bikin deg-degan, bahkan lebih daripada film horror kalo saya bilang). David berhasil menggagalkan usaha pengeboman kereta api yang akan berhenti di London Euston. Scene David bernegoisasi dengan istri pengebom, sangat menegangkan dan dihandle dengan baik sekali. Karena keberhasilannya ini, David kemudian ditugaskan untuk menjadi Bodyguard dari Menteri Dalam Negeri Julia Montague (Keeley Hawes). Episode selanjutnya kemudian menceritakan David sebagai bodyguard Julia. Julia merupakan seorang politisi yang ingin mensukseskan RIPA 18 sebuah Undang Undang anti teroris yang dianggap orang-orang terlalu ekstrim, khususnya soal privasi keamanan, sehingga banyak protestan agar RIPA 18 ini tidak diberlakukan, serta banyak pula orang-orang dengan agenda tertentu yang mengincar nyawa Julia.

Screenshot_2018-10-05-21-05-08-19Jalan cerita dari serial ini cukup kompleks dengan kehadiran berbagai karakter, diantaranya kepala Metropolitas Polisi divisi anti terorism; Commander Anne Sampsons, Penasihat Menteri Dalam Negeri Mike Travis, Kepala Dinas Keamanan Stephen Dunn dan banyak lagi yang masing-masing memiliki motif atau agenda tersendiri. Masalah semakin rumit ketika David terlibat affair dengan Julia. Saya suka dan bersimpati dengan karakter David disini, David yang mengalami PTSD disatu sisi ingin berada di posisi untuk membantu orang lain namun disaat yang sama ia mulai meragukan kepercayaannya, bahkan menjadi anti hero beberapa waktu. PTSD ini juga yang membuat hubungan rumah tangga David dengan istrinya serta kedua anaknya menjadi berantakan.

Tidak perlu waktu lama, di episode 2 kalian akan disuguhi sebuah scene action yang sangat mengejutkan dan membuat jantung ini serasa copot. Shocking moments selanjutnya terjadi di akhir episode 3 yang membuat penonton hanya bisa geleng-geleng kepala. Di episode ini terdapat 2 karakter baru yang sering muncul yaitu Detektif Deepak Sharma dan Kepala Komando Keamanan Lorraine Craddock, dimana kedua orang ini nantinya yang akan membantu David dalam menemukan siapa dalang dibalik permasalahan ini.

Screenshot_2018-10-06-22-00-04-48Serial ini akan membuat kamu menduga-duga siapa sebenarnya tokoh villain dalam serial ini. Karena saat kamu berpihak pada satu karakter, kemudian bukti-bukti mengarah kalau karakter tersebut bisa saja menjadi otak dibalik permasalahan dari serial ini. Bahkan di awal awal episode saya sendiri pun sempat meragukan keloyalitasan David hehe..

Episode 6 yang merupakan final episode salah satu episode paling briliant. Disini mungkin kita akan semakin bersimpati pada David. Beberapa scene di episode 6 ini akan mengingatkan kita kepada scene di episode 1. Beberapa moment mengharukan juga akan disuguhkan dari serial ini (khususnya saya, yang menitikkan air mata). Salah satunya saat David berbicara kepada istrinya Vicki. Tidak perlu scene action yang berlebihan, serial ini saya yakin akan membuat semua penonton puas dengan scene thriller yang super sangat menegangkan.

Selain didukung cerita yang sempurna, akting dari para pemain sudah tidak usah diragukan. Keeley Hawes sebagai Julia Montogue berakting sangat bagus, we’ll love or hate her at the same time. Richard Madden yang sempat saya underestimasi (karena minus brewok? hehe), memainkan David dengan sangat bagus (bahkan pasca serial ini, dirinya langsung disebut-sebut sebagai salah satu kandidat bond selanjutnya lol). Serial ini juga mampu menggambarkan sosok David yang kadang sangat fragile dengan permasalahan PTSDnya. Beberapa supporting karakter juga memainkan peran nya dengan memuaskan.

Saya tidak akan banyak bercerita tentang serial ini, dan saya haruskan kalian yang menyukai serial dengan genre political thriller untuk menontonnya.

Overall, This series was a roller coaster from the beginning till the end. Great characters, superb acting, the storyline was awesome, with twists and turns that you wouldn’t expect. Best show I’ve seen in years! Really hoping for a season two. (9/10)

I MADE IT! Mike Shinoda Live In Singapore 2018 + Meet and Greet with Mike

mike1

Bahagia, Bangga, Terharu dan Sedih mungkin beberapa dari sekian banyak emosi yang saya rasakan saat menonton konser Post Traumatic Tour dari Mike Shinoda di Singapore beberapa bulan yang lalu. Setelah pergolakan jiwa (baca: GALAU), drama, kondisi yang tidak sehat, akhirnya saya memutuskan untuk menonton konser ini. Ini keputusan yang sangat tepat, karena saya akhirnya bisa melihat Mike lagi dan konser ini adalah salah satu pengalaman terbaik saya di Tahun ini.

So Flashback sedikit sebelum saya mereview konser ini, di awal bulan Mei, tidak diduga-duga, Mike Shinoda mengumumkan tur asianya, bertajuk Post Traumatic Tour. Seperti diketahui Album Post Traumatic adalah album yang ditulis Mike pasca kematian Chester Bennington. Album ini intinya fokus pada ‘healing process’ yang dilakukan Mike pasca kepergian sahabatnya, berisi tentang kenangan Chester dan juga usahanya dalam menghadapi kematian Chester (well, Im not a good  writer, sorry, intinya seperti itu). Tur pertama yang di announce adalah Bangkok diikuti negara asia, dan salah satunya adalah SINGAPORE!

Saya pun sangat bersemangat. Dikarenakan suatu hal, saya akhirnya berangkat sendirian dan mencari tiket pesawat termurah. Konser Mike berlangsung 22 Agustus 2018, saat Umat Muslim merayakan  Idul Adha sehingga semua tiket sangat mahal. Saya memilih flight dari Bali Ke Surabaya jam 7 pagi WITA, kemudian Flight Surabaya-Singapore pukul 13.20 PM WIB. Bayangkan berapa lama saya menunggu di Juanda belum ditambah stress pekerjaan dan sakit beberapa minggu sebelumnya yang menyebabkan saya nyaris tidak berangkat. Perjuangan saya tidak sia-sia, karena sebagai member LPU, saya berkesempatan untuk mengikuti meet and greet dengan… MIKE SHINODA! HELL YEAHHH! Fyi, Ini merupakan pertama kalinya saya ke Singapore dan Sendirian. Selama di Singapore saya merasa senang dan lancar. Saya tinggal di Hostel bersama fans LP dari Indonesia.

Singkat cerita hari H pun tiba. Saya dan teman-teman menuju Zepp Big Box di Jurong East tempat Mike akan konser. Saat menunggu saya sempat bertemu salah satu crew Mike yang paling baik, Lorenzo (one of the sweetest, nicest and kindest person Ive ever met in my life lol).

mike mePukul 6.30pm akhirnya sesi m&g dimulai. Semua yang terpilih m&g berbaris dan Mike akan menjumpai kita satu persatu. Saat Mike tepat di depan saya, saya tidak se-nervous pertemuan 2011 lalu. Saya mengatakan bahwa saya datang dari Bali dan menanyakan apa dirinya pernah ke Bali sebelumnya. Oww dia belum pernah ke Bali. FYI, –Fangirling ALERT Mike terlihat lebih kurus namun tetap sangat ramah, tampan dan karismatik.—Saya pun sempat mengatakan bahwa musiknya dia telah menyelamatkan saya. Dan saya (another fangirling moment, OHPLEASESTOPGIRL -_- , Mike, CAN You Hug Me? tiba-tiba kalimat itu terlontar dengan polosnya dari mulut saya lol. (thanks to Nadia for your suggestion). Mike yang nyaris meninggalkan saya untuk beralih ke peserta m&g disebelah saya, berbalik dan memeluk SAYA. WHAT? ME. AND. MIKE. WERE HUGGED?!!! Still cant believe this is actually happened to me . So, Lets move on.

mike 4

THE CONCERT– Lagu pertama yang menjadi pembuka adalah Petrified dan diikuti Watching As I Fall. Semua penonton menyerukan nama Mike dan histeris. Mike bernyanyi dengan sangat energik dan menyelusuri semua sisi panggung. Usia Mike padahal sudah 41 loh, awesome. Dalam shownya, selain bernyanyi dan rap, Ia memainkan piano dan gitar tanpa lelah. Lagu selanjutnya Castle of Glass, lagu yang biasa dinyanyikan dengan Chester. Cobaan pertama sebagai LP fan di lagu ini. Performance yang emosional diberikan Mike. Penonton tak henti-hentinya bernyanyi bersama menyanyikan lyric demi lyric.

Selanjutnya, untuk debut live pertama Mike membawakan Hold It Together, yang merupakan lagu favorit saya. Setelah beberapa lagu, Mike pun kemudian berbicara kepada fans. Diiringi dengan dentingan piano, dimana hampir semua penonton menangis (termasuk saya), dan akhirnya lagu In The End dimainkan, dimana penonton (kami) menyanyikan bagian Chester.

Ada salah satu moment dimana Mike menyanyikan lagu Roads Untraveled. Lagu yang mengisahkan tentang sahabat tersebut rasanya sangat pas untuk Mike dan Chester. Lagu ini dibawakan Mike dengan sangat emosional. Selama konser Mike tetap memainkan piano dan juga gitar tanpa lelah. Begitu juga band pengiringnya yang tampil memuaskan.

Menjadi set terakhir, adalah encore 4 lagu yakni Welcome, I.O.U, Remember The Name dan Running From My Shadows. Bagian encore ini menjadi bagian terbaik, karena kita semua gembira. Mike juga tampak bahagia. Awalnya saya mengira akan sedih menonton konser ini. Namun, tidak terjadi. Seperti speech Mike, tidak masalah ketika kita memutuskan datang ke konser ini sebagai Fans Linkin Park, untuk mengenang Chester, menyukai musik Mike, atau apapun asalkan kita bisa bahagia dan menghadapi healing process bersama-sama. Also that day is a day where we celebrated Chester’s Life. Saya tahu ini pasti sangat berat untuk Mike tampil tanpa Chester. Namun saya bangga Mike bisa melalui semua itu, meski saya tahu dirinya pasti masih sedih. (me too, I swear not a single day goes by without me thinking of Chester).

Overall, ini salah satu konser favorit saya. Meski luas panggung tidak seberapa, namun Mike tampil melebihi ekspektasi saya. Saya ingin mengucapkan terima kasih, konser ini seakan “healing process” bagi saya (dibanding konser Imagine Dragons yang spektakular namun saya masih sedih hehe). So thank you Mike also Lorenzo (He’s a very nice person)

Keesokan harinya saya harus kembali dengann direct flight sore ke Bali. Sebelum pulang saya sempat mengunjungi beberapa tempat di Singapore. Ternyata solo traveler mengasyikan juga. Semua ketakutan saya sirna lol. Saya sangat menyukai perjalanan saya.

(p.s: foto-foto lainnya dan juga video konser bisa diakses melalui FB & IG saya, pm/comment for request, thank you)

TV Review: LOST (2004-2010)

LOST. IM LOST too..

909688-tv-jpg-lost-series

Lost adalah serial terlaris di Amerika dan sangat-sangat populer. Serial tv ini dibuat oleh J.J Abrams, siapa yang tidak tahu orang ini kebangetan deh hehe.. silahkan googling sendiri ya. Serial ini tayang tahun 2004-2010 di Amerika. Beberapa minggu kemarin akhirnya saya memutuskan untuk binge watching serial ini. 6 Season sekaligus. Dulu saya mengira ini adalah serial tv yang mediacore namun sukses. OH NO. YOU’RE WRONG GIRL! Tidak salah saya membuang waktu saya hingga sakit mata. SPECTACULAR and BRILLIANT! Mungkin Lost adalah serial terbaik yang saya pernah tonton hingga saat ini (at least 3 season pertama). Berbagai tema/ide cerita diangkat dalam serial ini benar-benar mengesankan, dari timeline yang flash back, flash forward, flash sideways, alternate ending, limbo, science fiction, drama, adventure, thriller, action, fantasy hingga TIME TRAVEL. WOW.

Setiap episode MIND BLOWING. Bagaikan film, setiap episode juga memiliki musik yang epic. Serial ini juga menghadirkan pesan/moral value di setiap episodenya, dan ending setiap episode yang WAW THE F. Ok. Hampir semua karakter di serial ini menarik dan keren. Mereka punya kepribadian kuat, semuanya.

Premise yang diangkat dari serial ini sebenarnya cukup simple, yaitu tentang para penumpang pesawat Oceania 815 (penerbangan Australia ke LA) yang mengalami kecelakaan pesawat dan akhirnya terdampar di sebuah pulau misterius. Dari sana sejalan dengan plot cerita, kita diajak mengikuti perjalan setiap karakter, dan ada flash back/backstory karakter tersebut.

Beberapa karakter yang outstanding antara lain dokter bedah kelas I yang mengalami depresi Jack Spephard (Matthew Fox), seorang fugitive Kate Austen (Evangeline Lily), penipu ulung James Sawyer (Josh Holloway), Pria lumpuh yang tiba-tiba bisa berjalan lagi saat tiba di Pulau Lost ini, John Locke (Terry O.Quinn), Calon Ibu muda Claire Littleton (Emilie de Ravin) dan bintang rock one hit wonder Charlie Pace (Dominic Monaghan) dan masihhh banyak lagii.

Ternyata banyak misteri yang menyelimuti pulau tersebut. Ditambah permasalahan lain yang sangat kompleks. “Every questions answered will lead into another questions” LOL. So kalau kamu ingin menonton dan menikmati Lost, kamu harus nonton dari awal dan jangan sampai skip 1 episode pun. Trust me worth it banget serial ini.

Pada season 2 serial ini menghadirkan konflik antara survivors (penumpang Oceania 815) dengan The Others, dan kemudian kemunculan Desmond Hume seorang time travel yang nantinya berperan penting di serial ini.

Kemudian Season 3 menceritakan lebih banyak misteri dengan munculnya tokoh Benjamin Linus  (Michael Emerson, mungkin kalian tahu aktor ini dari serial Person of Interest). Karakter yang wow sangat brilliant, mengesalkan dan membuat kita berkali kali tertipu karena kelicikan dan kepintarannya?

Lanjut ke season  4 difokuskan tentang penyelamatan yang datang (twist, ternyata mereka bukan tim penyelamat), dan kemudian ada scene flash forward setiap episodenya dimana digambarkan 6 survivor yang selamat (nah bingung kan lol). Shocked pulau ini ternyata menjadi pulau yang dijaga. Bahkan salah satu WTF moment adalah ketika pulau ini hilang saat pesawat hendak menuju kesana. The Hell??

Season 5 terdapat 2 timeline, dimana sebagian karakter terlempar ke tahun 1974 dan tahun saat itu 2007. Disini kita mengetahui kalau segala sesuatu yang terjadi di present adalah cerminan masa lalu. Jadi mereka tidak bisa mengubah masa lalu. Nah tambah bingung kan. Oya, di season 3 juga muncul Daniel Faraday, ilmuan genius yang mengerti tentang ilmu waktu dan fisika. Thanks to this character without him NO ONE would know or understand anything LOL.

Di Season 6 misteri mulai terpecahkan tentanag asal usul pulau misterius tersebut, meski plotnya mulai aneh namun saya masih mengapresiasi serial ini karena endingnya yang luar biasa keren dan membingungkan hehe.. Digambarkan semua survivors sedang berada di sebuah gereja, dan semuanya , ok silahkan tonton sendiri.

Overall saya sangat menyukai serial ini dan menurut saya ini serial yang sangat wajib untuk ditonton. Super OUTSTANDING ( 9/10 )

 

Baligitha’s Quick Album Review: Post Traumatic & KNOW.

QUICK ALBUM REVIEW:

Setelah selama tahun 2017 dilanda duka yang cukup panjang. Tahun 2018 ini khususnya akhir tahun menjadi tahun yang cukup berwarna bagi saya. I know people dont care about me and this cheesy blog but hey Im back. Sangat senang dan impresif bisa menulis beberapa postingan setelah hanya menulis 1 atau 2 postingan setiap tahunnya.

Surprise pertama di Tahun 2018 Mike Shinoda merilis album solo pertamnya, Post Traumatic, yang merupakan curahan hatinya pasca kehilangan sahabat baiknya Chester Bennington. Album ini juga menceritakan bagaimana ia berjuang untuk kembali bermusik dan membawa Chester’s legacy. Produksi album ini sangat bagus. Tidak tanggung-tanggung terdapat 16 lagu dalam album yang dirilis 15 Juni 2018. Mike menampilkan lagu yang energik, fresh, dan tentu saja outstanding (plus super catchy). Ia berkoloborasi dengan beberapa artis seperti Grandson, MachineGun Kelly, Kflay, dll. Beberapa track favorit saya di album ini seperti Hold It Together, Running From My Shadows, Watching as I Fall dan Crossing A Line.  (8/10)

Surprise kedua, Jason Mraz kembali dengan album terbarunya setelah vakum yang cukup lama, mungkin sekitar 4 tahun lamanya. Wow.

KNOW. Album ini rilis Agustus 2018, berisi track indah, penuh cinta dan sangat-sangat perfect dan album ini seperti ungkapan cinta untuk Mraz kepada istrinya.  Ini merupakan album Favorit saya dari Mraz. Kemampuan musik dan vocal Mraz tidak berubah dan selalu mengesankan. Terdapat beberapa lagu outstanding dalam album ini yakni Lets See What The Night Can Do, dan Love is Still The Answer. Album ini terkesan simple but still a masterpiece (9/10)

IMAGINE DRAGONS LIVE IN KUALA LUMPUR 2018

IMAGINE DRAGONS LIVE IN KUALA LUMPUR 2018

dan 5

Hi, Im Back!

Sebenarnya saya memutuskan tidak menulis blog ini lagi sejak kematian Chester, dan selain itu Im not good at this (menulis). Tapi beberapa bulan terakhir saya kembali menemukan cinta, eh salah, menemukan semangat hidup maksudnya (tapi sejujurnya saya masih sedih jika teringat tentang Chester).  Saya memutuskan kembali lagi ke blog ini untuk menulis beberapa yang menarik. (menarik bagi saya tentunya 😀 ).

Postingan pertama di Tahun 2018 ini saya awali dengan review konser Imagine Dragons, yang sebenernya konser ini sudah cukup lama berlangsung, yakni Januari 2018 bertempat di Stadion Malawati, Shah Alam, Kuala Lumpur. Flash back di Oktober 2017, Jadi ceritanya Imagine Dragons mengumumkan Evolve World Tour, yang mencakup beberapa negara di asia, salah satunya Kuala Lumpur. Saya menyukai band ini sejak album pertama mereka Night Visions di tahun 2012, sehingga saya berpikir nonton konser ini  untuk menghilangkan stress. Ya, kata orang menonton konser akan membuatmu merasa more alive (seperti konser LP dan Jason Mraz yang saya tonton sebelumnya.).

Akhirnya saya memutuskan membeli tiket konser, dan kemudian diikuti dengan tiket pesawat dan hotel. FYI ini merupakan pertama kalinya saya ke Kuala Lumpur, hahaha… Saya berangkat dengan 2 orang teman dari Jakarta. Kita menginap di hotel selama 3 hari 2 malam.

The Concert:

dan 2Singkat cerita saya sudah berada di Stadium Malawati setelah sempat salah jalan beberapa kali. Konser dimulai pukul 8.30 PM dan kami sudah menunggu antrian di pintu masuk pukul 4.30 PM. Duduk sambil menunggu, merupakan hal yang sudah biasa bagi saya (karena kerjaan saya juga seperti itu hahaha evil laughs*) sehingga saya tidak masalah, apalagi berdiri berjam-jam sudah biasa sehingga (sombong dikit ya) sehabis konser saya merasa normal. Tidak se-pegal konser Linkin Park di tahun 2011 yang mana saya masih jadi bocah pemalas saat itu dan merasakan badan seperti remuk.

Akhirnya tiba di  dalam venue pukul 7.30PM. Saya sudah yakin konser ini akan tertunda beberapa jam (as always) dan syukurnya, cuma 30 menit saja kami harus menunggu. Sebelum konser dimulai terdengar lagu kebangsaan Malaysia, dan para penonton Malaysia ikut bernyanyi. Pukul 9 PM konser dimulai. Lagu I Don’t Know Why menjadi pembuka dalam konser dihadiri ribuan orang ini. Dan Reynolds sangat energik, melompat, kesana kemari ke setiap sisi panggung tanpa lelah. Dia juga selalu ceria dan bersemangat. Selanjutnya, Its Time dan Gold menjadi lagu yang dibawakan. Dan sempat ke arah kami beberapa kali, dan semua penonton khususnya saya ikut bernyanyi (mari habiskan suara kita lol). Gold menjadi sajian yang sangat apik karena lighting menyesuaikan warna gold, yang membuat performance mereka semakin menarik.

dan4Whatever it Takes Menjadi lagu selanjutnya, dilanjutkan dengan I’ll Make It Up To You, dimana lagu ini bener-bener romantis. Sang guitaris Wayne Sermon menunjukkan kemampuannya bermain gitar listrik yang sangat amazing, terutama di bagian akhir lagu ini. Mouth of River, Yesterday dan Start Over menjadi lagu selanjutnya. Sayang sekali lagu favorit saya pada “Shots” tidak dinyanyikan pada hari itu tapi tidak masalah karena performance keren mereka sudah membayar semuanya.

Demons menjadi lagu selanjutnya, sebelum lagu ini dimulai Dan menceritakan pengalamannya soal depresi dan bagaimana kita tidak boleh malu jika kita memiliki depresi. Speech yang cukup panjang dan indah ini seketika membuat saya terharu, karena teringat akan Chester.  Kita tahu bahwa Dan juga sempat memberikan tribute kepada Chester di beberapa konsernya. Thanks Dan.  Set pertama ditutup oleh lagu Rise Up dan On The Top of The World.

Setelah istirahat beberapa menit, Imagine Dragons pindah ke Stage depan, dimana mereka akan perform secara akustik dan lebih dekat dengan fans. Dan bertanya pada fans, lagu apa yang seharusnya mereka bawa; Bleeding Out, Amsterdam atau I Bet My Life. Para fans menjerit dan menyerukan lagu-lagu favorit mereka, sebagian besar meminta semuanya. Dan tersenyum dan mengatakan mereka akan menyanyikan SEMUANYA!. Set akustik berlangsung sangat cantik dan indah. Kualitas Dan tidak diragukan begitu juga dengan semua personel Imagine Dragons.

dan 6Selanjutnya bagian Encore yang ditunggu-tunggu oleh kita semua. Set penutup ini dimulai dengan lagu paling fenomenal, apalagi kalo bukan THUNDER. Lagu ini paling heboh, terbukti dengan beberapa cowo di depan saya membawa tulisan T-H-U-N-D-E-R, well masing-masing diantara mereka membawa 1 atau 2 huruf. Thanks to them, kami yang dibelakang jadi tidak kelihatan LOL. Dan berputar putar dipanggung, dia tampak sangat bahagia. Dia juga mengucapkan MALAYSIA dan melihat ke atas tribun.

Selanjutnya Beliver. Dan tampil sangat energic dan ini juga menjadi salah satu lagu favorit saya di album Evolve. Saya tidak membuang kesempatan dengan mengabadikan hampir setiap lagu dalam foto dan video (silahkan cek IG dan FB saya lol). Sayangnya saya cuma menggunakan hp biasa. Selanjutnya Walking The Wire dibawakan, penonton bersorak gembira dan bersemangat, Dan kembali tersenyum dan mengangkat tanggannya dengan bangga. Konser ditutup dengan lagu paling Epic mereka RADIOACTIVE, Lagu ini paling energik diantara lagu lain, Dan seperti biasa ikut memainkan drum yang sangat besar, hingga drum itu ambruk LOL. Semua personel tampil sangat maksimal terutama gitarisnya.

dan3Akhirnya konser selesai, saya salut para penonton dalam konser ini tertib dan tidak dorong-dorongan seperti di Indonesia (eh maaf tapi ini jujur, di konser LP di GBK selain sangat sesak saya juga nyaris dehidrasi, dan terbukti seorang penonton sempat terkena asma). Meski tidak terlalu spektakuler tapi Stadium Malawati cukup nyaman dan yang terpenting ber AC, jadi kita nontonnya tetap cantik HAHHAA.. Penonton juga baik-baik, malah penonton di depan saya minggir ke sebelah kiri, saat saya hendak mengambil foto konser (dia merasa menutupi saya lol). Overall konser ini sangat nyaman, namun sayang tidak ada banner, poster atau baliho konser di sekitar gedung maupun luar gedung, sehingga dari luar tidak ada yang tahu ada konser. Atau ini sudah budaya Malaysia saya juga kurang tau.

Setelah kembali ke hotel, dan beristirahat (Tidur). Keesokan harinya saya dan teman-teman saya mengunjungi beberapa tempat wisata diantaranya KL City Gallery dan KLCC. Kami juga menyempatkan diri membeli oleh-oleh dan berfoto di Petronas Twin Tower. Angka menunjukkan pukul 10pm, dan kami segera berpisah. Saya dan seorang teman langsung ke bandara. Kita memutuskan untuk tidur di bandara, karena besok pesawat kami berangkat pukul 7 AM. Ini pertama kalinya saya tidur di bandara, dan saya sarankan untuk tidak akan mencobanya lagi hehhe.. Akhirnya kami tiba di Jakarta kurang lebih pukul 10 an (delay).  Begitulah pengalaman nonton konser saya di KL dan menonton konser di Luar negeri sangat tepat dan saya berharap dapat kembali lagi untuk menonton konser lainnya. Thanks for read this blog see u soon!

Banyak foto dan video yang saya ambil saat konser berlangsung, untuk lengkapnya silahkan kunjungi facebook and instagram saya hehehe (request by pm)

 

 

Rest In Peace Chester Bennington (1976-2017) You’ll be Forever in My Heart:)

IMG_0211

My heart is broken, My soul will never be put back together. 

You took part of me with you Chester.

Thank You for everything, you’re my inspiration, my idol, my hero and my hope.

I’ll always love you and you’ll be forever in my heart. 

I’m just so heartbroken and crying as I write this post. Ya, saat menulis tulisan ini saya sedang meneteskan air mata. Tidak pernah membayangkan akan kehilangan satu-satunya artis yang paling saya kagumi dan berpengaruh dalam hidup saya. I’m still shocked, sad and denial. Chester Bennington, meninggal bunuh diri tanggal 20 juli 2017 di rumahnya di LA. Berita tersebut membuat hati para fans (khususnya saya) hancur berkeping-keping.  Jujur saya masih sedih hingga hari ini.

IMG_0204I dont think I would love any any other artist the way I love Chester. My love for him is endless and nothing will ever compare. 

Chester Bennington adalah artis pertama yang saya cintai (call me lebay, crazy or whatever, I dont care), dia satu-satunya artis yang saya ‘cinta’ dan kagumi sejak berusia 11 tahun, sejak menonton music video Crawling di MTV. In my opinion (mind), tidak hanya sempurna secara fisik, His voice was so incredibly amazing. And I believe He’s the greatest vocalist in our music history!  (His voice is so captivating that you can feel his emotions in every song that he sang and screamed). His voice does something to my soul in a goodly way.

Hingga saat ini dan selamanya perasaan cinta kepada seorang idola ini akan terus ada. Lewat suaranya (like people said, he screamed like demon but sing like an angel) saya jatuh cinta dengan Linkin Park, yang merupakan band favorit saya hingga saat ini.

He’s impacted and changed lives. He rescued so many lives and depressed hearts. 

IMG_0619Lewat lirik lagu linkin park, suara dan musiknya, Chester bersama Linkin Park seakan mengerti struggle yang dihadapi para fans, their music is like therapy. Their music save us and bring life to people. I feel like Ican feel his pain and anger, but also hope and life. (Chester & Linkin Park made me a better person, their music has had tremendous healing capacity!  Thank you so much!)

Satu hal yang juga membuat saya sangat salut dengan Chester Bennington selain talenta, fisik, personality, adalah dia selalu menjadi role model yang baik untuk para fans & masyarakat.

crawling-linkin-parkDengan segala masa lalunya yang kelam (sexual abuse, broken home, drug abuse, dll) dia selalu tampil positif, menginspirasi fans, memberi semangat, menjadi ayah dan suami yg baik untuk anak dan istrinya, selalu menunjukkan pribadi yang baik dan humble kepada fans&semua orang, tidak pernah sekalipun ia menunjukkan bad behaviour kepada publik meskipun ia memiliki masalah pribadi (seperti kebanyakan artis saat ini,) dan dia tidak pernah berlaku kasar kepada fans ataupun haters.

IMG_0205Dia tidak pernah membiarkan fans/orang lain tau jika dia sedang sedih atau memiliki masalah (i.e; dalam interview 2017 kita baru mengetahui saat dia bercerita, bahwa dia beberapa bulan/tahun lalu ia kembali mengalami ketergantungan alcohol/depresi  dan memutuskan untuk bangkit!) disana ia ingin menunjukkan kepada fans bahwa ia berjuang dan menghadapi itu semua.

Namun memang seperti yang dikatakan, he’s save so many people’s live but he cant save himself. 

Bahkan dulu dalam sebuah interview ia menceritakan depresi dam  masa lalunya yang kelam  (saya pun saat itu membaca sangat terkejut hingga meneteskan air mata), dan dia mengatakan bahwa dirinya memaafkan orang-orang yang menyakitinya, dan tidak ingin ada dendam. 😥

GKTZ5232Di album terbaru One More Light, memang sebagian besar dari pengalaman Chester, meskipun sebagian besar lagu ditulis oleh Mike Shinoda bersama beberapa songwritter. Seperti album Linkin Park sebelumnya, kita mengerti bahwa dirinya sangat berjuang melawan depresinya (lagu lagu seperti heavy, talking to myself, nobody can save sangat terlihat jelas.) namun hampir semua fans tidak sadar bahwa sebenarnya dia masih menyimpan luka. Mungkin ini menjadi salah satu penyesalan saya, sebagai fans. Bagaimana bisa kita tidak tau jika ia begitu menderita, menyembunyikan hingga akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya? Saya yakin dia punya alasan untuk itu. Kita tidak pernah tau apa yang setiap orang alami, dan bagaimana hidup yang mereka jalani.

The prettiest smile hides deepest secret. 

4NPkBoh

Chester Bennington sebelumnya tergabung dalam band Grey Daze. Di tahun 1997, diulang tahunnya yang ke 21 ia mengikuti audisi sebagai vocalist band Xero (yang kemudian berganti nama menjadi Linkin Park). Bersama Chester, Linkin Park menjadi band yang paling sukses dan fenomenal dalam generasi millenium. Para sahabat dan teman-teman Chester bahkan mengatakan Chester adalah pribadi yang ceria, dan pekerja keras. Ia juga sangat yakin akan Linkin Park di awal penolakan label besar terhadap mereka, karena ia sudah mengorbankan banyak hal saat bergabung di Linkin Park.

Melalui interview, lptv, video-video lainnya, Chester memang pribadi yang periang, dia selalu terlihat gembira, tersenyum, bahagia dan sangat humble kepada fans. Saat meet&greet 2011 lalu yang merupakan pertemuan pertama (dan terakhir) saya dengannya terlihat jelas ia adalah sosok yang periang dan sangat menyenangkan. Saya ingin sekali mengatakan banyak hal saat itu (Damn! I wish I could turn back time!) Sehingga banyak yang tidak tahu (termasuk saya) jika depresi,  kesedihannya atau pun masalah ketergantungan alcohol di masa lalu masih ada.

-His Dark Past and My love for Chester, From Hybrid Theory Until One More Light-

Di Usia 10 atau 11 tahun, saya masih duduk di bangku sekolah dasar, pertama kali melihat Chester saat music video Crawling tayang di MTV. Pertama kali terbesit dalam benak saya adalah seorang vocalis band rock yang sangat tampan dengan suara yang luar biasa dan unik. Dimulai dari mendengarkan kaset Hybrid Theory milik kakak saya setiap hari, hingga kemudian saya menjadi big fan Chester dan Linkin Park (I’m only 11, so Im super crazy about him:D )

IMG_0206Kemudian saya mulai mengikuti perjalanan mereka mulai dari album Reanimation, Meteora, Collision Course, Minutes To Midnight, A Thousand Suns, Living Things, The Hunting Party, hingga One More Light yang merupakan album terakhir mereka. Duet antara Chester dan Mike yang sempurna (dengan karakter vocal dan kepribadian yang kontras) menurut saya juga salah satu alasan mengapa Band ini menjadi Band yang paling saya kagumi.

Saya pernah mengalami masa-masa sulit dalam hidup saya,  pengalaman buruk ketika berada di sekolah dasar, kestabilan emosi, dan hal-hal sulit lainnya. Selain  keluarga, musik mereka lah salah satu alasan saya dapat melalui itu semua. Seakan suara Chester adalah bentuk teriakan saya selama ini, suara dan musik mereka berbicara kepada jiwa saya (no joke, His voice, Linkin Park music healed me too many times:)

IMG_0579Suara chester yang dapat berteriak (best screamer in history for me!) namun juga sangat indah jika bernyanyi membuat saya semakin kagum, rasa tergila-gila di masa SD&SMP menjadi rasa cinta, bangga, kagum dan respect kepada Chester dan Linkin Park. Trust me, NO ONE can sing like him, someone who can go back and forth between extremely soft singing, singing aggressively and screaming! He’s so Damn GREAT!. Dapat dikatakan Chester dan Linkin Park menjadi inspirasi dan semangat dalam kehidupan saya. (Dear Chester, you’re such an incredibly talented and beautiful soul!) Saya selalu mengikuti perjalanan mereka. Meskipun saya sempat mengagumi beberapa artis lain, but theres no one can compete my love for them (chessy?   Yes , Maybe. But I love them so much).

Semua lagu di album mereka memiliki makna. Sebagian besar adalah tentang pengalaman Chester. Jika membicarakan satu persatu tentunya akan menjadi tulisan yang sangat panjang dan melelahkan bukan karena menulis tapi lelah karena saya tidak akan dapat berhenti untuk meneteskan air mata. Saya pernah membaca dalam  satu interview, saat menulis Hybrid Theory, Mike (Shinoda) meminta Chester untuk menceritakan pengalaman hidupnya, dimana kemudian mereka bersama menuangkan kisah itu menjadi sebuah lagu.

IMG_0563Ada beberapa kenangan saya terhadap lagu-lagu mereka, seperti merasa bahwa lagu Numb adalah seperti pengalaman saya (I have super bad experience when elementary school), menangis ketika mendengar Breaking The Habit untuk pertama kalinya (Its so beautiful!), dan semua lagu mereka pasti mengingatkan saya akan banyak hal.

Sayangnya saya baru dapat mengerti lirik mereka di bangku SMA (2007, Minutes to Midnight era). Saya baru mengerti kepedihan dan masa lalu kelam yang dialami Chester. Chester memang mengalami masa lalu yang kelam. Thanks to internet, sekitar tahun 2007 saat duduk di bangku SMA saya baru mulai benar-benar mengerti arti lirik lagu Linkin Park yang sebenarnya (saat SD dan SMP saya tidak pandai berbahasa inggris dan internet belum se-populer sekarang).

IMG_0725Akhirnya saya mengerti bagaimana perjuangan Chester menghadapi masa lalunya yang kelam mulai dari broken home, sexual abuse, ketergantungan drugs dan alcohol, perceraian, trauma, depresi, (yang masih tidak tau silahkan googling sendiri karena jika saya menjelaskan mungkin saya akan kembali meneteskan air mata). Kemudian bagaimana ia memilih untuk bangkit dan terus berjuang dibandingkan dengan menyerah.

DMZC4016Setelah sukses lewat Hybrid Theory dan Meteroa, studio album selanjutnya Minutes to Midnight adalah album yang tidak kalah fenomenal. Di album ini jenis musik Linkin Park lebih dewasa, dan Linkin Park menjadi SANGAT populer pada masa itu (mereka selalu populer sejak Hybrid Theory 🙂 ).  What I’ve Done sangat fenomenal. Setiap anak-anak sekolah, orang dewasa pun menyanyikannya. Seperti kembali ke tahun 2001, setiap hari lagu radio selalu memutar lagu mereka. Dan saat ini jika kita mendengar Lagu2 seperti Shadow of The Day atau Leave Out All The Rest pasti kita (SAYA) akan menangis. Di Album ini juga Linkin Park juga memasukkan nilai-nilai sosial ke dalam lagu-lagunya. Saya tambahkan, Linkin Park memang selalu dikenal dengan band yang sangat peduli dengan isu-isu sosial yang terjadi (charitable? yes!). Music For Relief khususnya. (Music For Relief was founded by them in 2005 for raise funds and awareness for humanitarian causes! Google that! 😀 ).

Chester+Bennington+iPtsJ94jHYfmBeralih ke A Thousand Suns hingga Living Things, Linkin Park mulai mendapatkan beberapa kritikan atas perubahan musiknya,  Lagu The Catalyst, hingga Burn it Down dirasa terlalu pop. Namun menurut saya album ini tetep menjadi masterpiece bagi saya. Melalui banyaknya LPTV, video interview, live, saya semakin mencintai band ini dan berharap nantinya saya bisa terus mendengarkan lagu mereka hingga saya tua dan tentunya mengenalkan band ini kepada anak-anak saya.

IMG_0223Setelah penantian 10 tahun lamanya, pada tahun 2011, tepatnya 21 September 2011 saya akhirnya berhasil menyaksikan konser mereka di Gelora Bung Karno, Jakarta.  Saya sempat menuliskan postingan bahagia tersebut dalam postingan saya sebelumnya. I swear it was one of the greatest moment IN MY LIFE! Saat itu, sebagai LPU saya juga berkesempatan mengikuti meet&greet, dapat melihat langsung Chester & Linkin Park. Saat itu saya belum bekerja dan memiliki uang seperti saat ini, saya berterima kasih kepada orang tua dan kakak laki-laki saya yang mensupport semua biaya perjalanan saya.

IMG_1384Meskipun saya hanya sekali bertemu dengan Chester namun saya yakin dia adalah pribadi yang baik. Saya sangat berharap jika mereka segera kembali ke Indonesia. Bahkan beberapa hari sebelum kepergian Chester isu tour asia hingga ke Indonesia berhembus kencang, dan saya sudah sangat bahagia. Namun ternyata takdir berkata lain.

Di Tahun 2014 Linkin Park bersama Chester merilis album The Hunting Party dengan mengusung genre hard rock. Saya pun juga membahas album mereka di postingan saya (A Thousand Suns, Living Things, The Hunting Party hingga One More Light). Mereka juga mulai berkoloborasi dengan beberapa artis seperti Rakim dan Tom Morello.

05-bw-chester-bennington-performs-2017-billboard-1548Saya pernah mengatakan bahwa 2017 adalah tahun terbaik bagi saya karena Linkin Park akan merilis album  One More Light di tanggal 19 Mei. Dengan segera saya memesan albumnya dan mendengarkannya dengan perasaan amat bahagia. Namun justru yang terjadi adalah sebaliknya. This is funny because this is the worst year for me. One More Light justru menjadi album terakhir Linkin Park bersama Chester. Fans Linkin Park berduka, LP memorial all around the world, dan semua artis menyanyikan tribute untuk Chester, Its beautiful but so HEARTBREAKING!

IMG_0694One More Light bagi saya adalah sebuah masterpiece. Chester dan Linkin Park selalu membuat saya bangga dan selalu membuat saya menjadi orang yang lebih baik. Entahlah ini merupakan suatu kebetulan atau disengaja, jika ditelaah melalui setiap lagu di album ini seakan nyanyian selamat tinggal Chester.

Saya yakin Chester mencintai keluarganya, Linkin Park dan juga kita para fansnya. Dalam lagu yang ia nyanyikan hingga interviewnya kita bisa mengerti dan memahami itu semua. Dan dia tidak ingin kita semua sedih, dia tidak ingin menyakiti siapapun. He LOVED US ALL! Begitu juga dengan Linkin Park, selepas kepergian Chester mereka bahkan menuliskan open letter untuk Chester. Its so beautiful and heartbreaking at the same time. (Fans atau bukan fans, saya rasa kalian perlu membaca open letter tersebut).

IMG_0729So, Thank you Linkin Park, not only for helped me get through a lot when I Was younger (until now), Thank you for Chester too, I believe you brought him a lot joy as well, 20 years ago if you hadn’t met him he would never  have those beautiful moments and happiness:) Chester is the heart&soul of Linkin Park but there will be no Linkin Park without Mike, Brad, Joe, Rob, Phoenix.

At the end, I’m sorry for this post. Im not a good writer (my english is very bad, typo and silly words) but I just wanna say that I love him and he’ll always mean a lot to me. Forever.

IMG_0238

Dear Chester, Your voice was a blessing, Thank you for saving so many of us,  thank you for everything. Im sorry we couldnt save you. Hope you in the better place now.

Like my friend said, “A Legend will never die, he will live in our hearts”

We’ll always love you, you will be forever in our hearts and our minds 🙂 

 

-Hate,  Pride, Vengeance and Fear are the plague of the earth. Love, Kindness, compassion, empathy, and service to the others are the cure – Chester Bennington (1976-2017)

-Depression isnt a choice, but stigma and ignorance are- matt haig