TV REVIEW : KILLING EVE (2018)

TV REVIEW : KILLING EVE (2018)

Setelah Bodyguard, satu lagi serial TV yang outstanding tahun 2018 ini, Killing Eve. Killing Eve merupakan serial yang sudah tayang awal 2018 di BBC Amerika. Saya sendiri baru marathon season pertama serial ini beberapa hari lalu. Diceritakan seorang agen MI5 yang berusaha menemukan pembunuhan yang dilakukan seorang pembunuh bayaran yang sangat ahli. ke-first-look-photos-v2_page_5-croppedMenjadi Central karakter Eve Polastri (Sandra Oh), desk bound MI5 officer yang baru saja dipecat dari pekerjaannya karena melakukan penyelidikan diluar batas kewenangannya. Dirinya diperintahkan secara rahasia untuk menyelidiki pembunuhan tersebut.

vSang pembunuh, Villanelle (Jodie Comer) adalah pembunuh dan psikopat yang sangat ahli. Keduanya (Eve dan Villanelle) akan bermain kucing-kucingan (cat and mouse tepatnya) mengejar, terobsesi dan mencoba membunuh satu sama lain. Sekilas sinopsis serial ini memang mirip serial Hannibal. Namun saya boleh katakan ini versi fast paced, action, keren dan tanpa basa basi dibanding Hannibal.

Menjadi karakter favorit saya di serial ini Villanelle. Meski seorang psikopat dan sosiopat, namun Villanelle bakal membuat kita ketawa dengan humornya (dark comedy), ke-sassy-an nya, dan  segala tingkahnya yang keren dan aneh. Sementara Sandra Oh sebagai Eve juga tampil sangat bagus, meski karakter Eve disini tidak memiliki background bela diri/action namun dia sedikit demi sedikit menemukan semua jawaban dari masalah yang tak terpecahkan. Serial ini juga mendapatkan nominasi Golden Globe sebagai serial drama terbaik dan Sandra Oh mendapatkan nominasi sebagai Best Actress (Dammit, Jodie Comer’s Villanelle was a killer performance, why did Glode snub her!?).

bumxhuhjrnoh6tmvd1vwSelain Eve dan Villanelle yang menjadi karakter utama dalam serial ini, terdapat beberapa karakter pendukung lainnya yang bermain sangat bagus seperti pemimpin MI6 Rusia, Fiona Shaw, Asisten dan teman-teman Eve yang cukup bikin ketawa karena mereka semua kocak, serta atasan Villanella, yang mampu menghandle ‘kegilaannya’.

maxresdefaultDiwarnai drama dan action, serial ini juga berbumbu comedy (lebih kepada dark comedy sih, namun cukup membuat kita terhibur). Serial ini juga menghadirkan banyak scene pembunuhan namun masih wajar (bukan gore). Tak satupun episode membuat saya bosan, bahkan saya hanya menonton serial ini selama dua hari. Untuk season pertama, serial ini hanya menghadirkan 7 episode. Dimana season 2 akan tayang spring 2019, sehingga saya lega tidak harus menunggu lama untuk melanjutkan serial ini.

Overall Killing Eve definitely my fave series of the year (behind Bodyguard), Sandra Oh was incredible as Eve,  Jodie Comer as Villanelle was amazing. I love this show, the acting, the soundtrack, very well written story and smart! Jika kalian penggemar psychological thriller with dark comedy dan action, serial ini HARUS kalian tonton! Rated: 9/10

Advertisements

2018 Year in Review: My Favorite Songs

I didnt made my fave songs in 2017 because basically 2017 was one of the worst/heartbreaking year for me (RIP Chester).

 

It’s time for the year-end review of my favorite songs of 2018. Picking a top 20 songs from HUNDRED or THOUSAND great songs at year’s end is going to be VERY difficult. So, here’s my favourite songs of 2018 to date:

  1. Ariana Grande – No Tears Left To Cry
  2. Lady Gaga ft Bradley Cooper –  Shallow
  3. Ed Sheeran – Happier
  4. Lukas Graham – Love Someone
  5. Imagine Dragons – Bad Liar
  6. Kygo ft Miguel – Remind to Forget
  7. Justin Timberlake ft Chris Stapleton – Say Something
  8. Halsey – Without Me
  9. Silk City ft Dua Lipa, Mark Ronson Diplo – Electricity
  10. Shawn Mendes – In My Blood
  11. Rita Ora – Let You Love Me
  12. LSD – Thunderclouds
  13. Marshmello ft Bastille – Happier
  14. Twenty One Pilots – My Blood
  15. Nothing But Thieves – Particles
  16. Benny Blanco ft Halsey, Khalid – Eastside
  17. Jason Mraz – Have it All
  18. Anne Marie – 2002
  19. John Mayer – New Light
  20. Post Malone – Better Now

Honorable mention: Mike Shinoda – Crossing A Line, Martin Garrix ft David Guetta, Jamie Scott, Romy Dya – So Far Away, David Guetta ft Anne Marie – Dont Leave me Alone, Panic! at The Disco – High Hopes, 5SOS – Youngblood, Hozier – Movement , Chris Stapleton – Millionaire, Ariana Grande – Thank You Next, Rudimental ft Jess Glynn, Macklemore – These Days, Shawn Mendes ft Khalid – Youth, Bazzi ft Camila Cabello – Beautiful, Julia Michaels ft Lauv – Theres No Way, Dynoro ft Gigi D – In My Mind, Zedd ft Elle Duhe – Happy Now, Alan Walker ft Noah Cyrus – All Falls Down, and more..

Ironic how last year One More Light was my #1 and this year is No Tears Left To Cry. Wow (THANK GOD I finally move on but, but I said it and Ill say it again “Chester you’ll be forever in my heart” )

 

Baligitha’s QUICK FILM REVIEWS

For those who like their movie reviews short and sweet and cheesy (beacuse im super lazy too). Berikut adalah review beberapa film/tv series yang saya tonton  dalam 2 bulan terakhir, baik di bioskop maupun via streaming;

The Haunting Of Hill House

haunting-of-hill-house-poster

Serial tv horror netflix. Serial ini sukses bikin saya ketakutan, teriak-teriak, lemas dan mimpi buruk dengan penampakan hantunya yang tiba-tiba, (dan kadang tanpa musik or peringatan, jadi kita dibiarkan melihat sendiri tanpa background musik horor). Mengisahkan tentang sebuah keluarga yang selamat dari tragedi rumah berhantu yang menewaskan ibu mereka. Sang ayah tinggal sendiri dan ke 5 anaknya pun sudah mandiri, sebagian besar sukses dan lainnya berantakan. Masalah mulai muncul saat anak bungsu Nell tewas mengenaskan yang membawa keluarga tersebut berkumpul kembali dan menghadapi sesuatu yang. OK tonton saja sendiri. Meski mengerikan tapi menurut saya di beberapa bagian film  ini terasa sangat lambat. Membuat saya menghabiskan 1-2 bulan menonton serial yang Cuma 10 episode ini hingga tamat. (season 2 segera..).   Rated: 7.5/10

ROBIN HOOD

gbysou9heet11“The internet is a huge maelstrom of joy and sadness and anger and you are going to get all different colors and flavours  of it and to try to fight it is a folly so you have to embrace it. If you are going to use the internet to market your film you have to accept the fact that some of its going to come back and not to be good. And being at peace with that is healthy(Taron Egerton).

Thanks to Taron’s  words. Tahun ini saya bisa menahan emosi dari review negatif film Robin Hood. Ok, first of all the film wasnt great but also wasnt that bad. Tapi dari semua review negatif yang saya baca untungnya tidak ada yang menghina performance Taron (justru performancenya yang baik dikatakan sia-sia untuk film se-jelek ini). Saya sendiri menonton film ini 2x di  bioskop (because Im a big fan of TARON). Memang dari jalan cerita film ini sangat lemah, tidak ada sejarah yang akurat tentang Robin Hood, Crusades, Nottingham, etc. (Saya heran kenapa Lionsgate memberikan kepercayaan kepada penulis yang tidak punya credit sama sekali). Film berbudget 100 juta dolar ini bisa sebenarnya dari actionnya sudah cukup baik (apalagi diueqtrvqaahb4w-504x747Taron sudah berlatih archery dan memberikan penampilan action scenes yang baik), kembali lagi para pemain sia-sia. Script yang jelek, setting dan costume yang bikin geleng-geleng kepala (terlalu mainstream) dan motif Robin yang unbelievable (you just want to impressed the girl and give up lol). Im sorry Taron you’ve must deal with this shit, bahkan Taron sendiri seperti malas mempromosikan film ini. But its ok, youre performance is great, awesome archery scenes. Dan Taron terlihat sangat sangat tampan di film ini.  I just love him sooo much. Cant wait to see your next project next year babe!!   Rated: 7/10 (6 points just for Taron only). 😀

Aquaman

MV5BOTk5ODg0OTU5M15BMl5BanBnXkFtZTgwMDQ3MDY3NjM@._V1_

Aquaman menjadi film terbaik DC setelah Wonder Woman. Dengan script yang fun, fresh, full action dan karakter yang menarik (hmm.. Cuma dua sih yang menarik lol Arthur dan Mera). Cinematografi yang luar biasa, saya rasa ini menjadi film potensial DC untuk ke depannya.  Rated: 8/10

 

 

The Bird Box

indexSalah satu film netflix yang sedang populer bulan ini. Dari cerita sedikit mirip film A Quite Place. But hey ini bukan plagiat karena film ini berdasarkan adaptasi novel tahun 2014, yang mana A Quite Place rilis 2018. OK. Film ini berkisah tentang para survivors yang menghadapi makhluk misterius yang menyebabkan siapapun yang melihatnya akan melakukan suicide. Para survivors mau tak mau harus menutup mata sambil bertahan hidup. Ok bad sinopsis but the film is more than that. Hands down one of the best movie Ive seen in this year. Amazing, suspenseful, and it got me cried a couple times, Sandra Bullock killed it with the entire cast (except machine gun kelly, yang performancenya GAK guna banget lol).  Rated: 9/10

Apostle

Apostle sebuah film netfix yang disutradarai Gareth Evans, sutradara The Raid. Film ini bisa dikategorikan film horor sih, meski tapi tanpa hantu hehe.. Warning! film ini super gore. Berkisah tentang Thomas (Dan Stevens) yang ingin menyelamatkan adiknya dari sekte aneh di sebuah pulau (saya lupa pulaunya namanya apa, Exodus?). Sekte ini mengerikan, brutal dan religous freak. Film ini cukup membuat saya deg-degan sepanjang film. Beberapa scene kejam dan brutal saya tidak menyukainya (I can handle gore scenes tapi sedikit menganggu aja kekejaman diperlihatkan disini, beberapa tidak perlu, maksudnya, tanpa diliatin kita udah tau kok apa yang akan terjadi lol. ). Rated: 6.5/10

Revenge

Another gore film. Entah kenapa saya memutuskan menonton film ini. Oh ya, saya ingat film ini masuk 5 besar film horor terbaik versi Rotten dengan nilai score 92% (who cares about rating but lets see). Film ini menceritakan jalan cerita simple. Balas dendam seorang wanita kepada pria-pria jahat yang menyerangnya. (dont worry film ini cukup feminist, dan beberapa adegan kejam dishot tidak berlebihan, but still gore). Ini salah satu film indie yang bagus, smart, dan membuat saya lemas & shock dengan WTF momentnya (tokoh utaman wanita di film ini menjadi sangat badass! Dan yang saya suka, di beberapa scene diberikan porsi yang sama bagi protagonist dan antagonis. i.e; You slash her, you got slashed too lol). Rated: 7.5/10

Saya juga sempat menonton beberapa film, ataupun beberapa episode serial tv lainnya yang tidak saya review (because I am super lazy).

Movie Review: Bohemian Rhapsody

Movie Review: Bohemian Rhapsody

poster

I was born the year Freddie Mercury died. For me Freddie is easily the one of most legendary lead singers in the history of rock and roll. I dare to say, he’s absolutely The most legendary, most powerful voice in music history. Queen also one of the most iconic rock bands in history.

Setuju atau tidak, suka atau tidak  dengan statement saya, saya yakin, saya benar jika mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada lagu yang lebih bagus atau menyamai lagu Bohemian Rhapsody dan lagu-lagu hits Queen lainnya seperti We Are The Champions, We Will Rock You, Love of My Life, Under Pressure, Somebody to Love, Killer Queen, Another One Bites to Dust, dan masih banyak lagi. Dan belum ada penyanyi yang memiliki suara sebagus, sepowerful seperti Freddie Mercury! Serta belum ada band se-Legendary Queen? Am I Right? Of course.. I AM! 😀

Kali ini kita akan membahas sebuah film yang baru saya tonton minggu lalu. Bohemian Rhapsody! Meskipun kebanyakan kritikus memberikan respon negatif kepada film ini, namun penonton berkata lain. I love it! We love it! Memang saya akui film ini adalah sebuah film crowdpleaser yang komersil. Tapi apa yang salah dengan itu? Menurut saya film ini mampu memenuhi ekspektasi penonton (khususnya saya yang sangat menyukai film ini, bahkan  masih membekas saat hingga saat ini).

BOHEMIAN RHAPSODYFilm biopic ini menceritakan perjalanan karir Freddie Mercury yang diperankan oleh aktor Rami Malek yang sebelumnya kita kenal lewat serial Mr. Robot. Dibuka dengan scene Freddie yang bersiap tampil dalam konser fenomenal LIVE AID tahun 1985 di Wembley Stadium London. Kemudian cerita kembali (flash back) ke tahun 1970, dimana Freddie masih menjadi baggage handler di Heathrow Airport. Cerita selanjutnya, Freddie pergi ke club untuk menonton konser band Smile (band lama Queen), hingga akhirnya bergabung menjadi vokalis Queen, mulai menulis lagu, rekaman bersama, konser, sukses dan kemudian beberapa masalah berdatangan (Im not good at writing story sorry… )

Meski bagian pertama dari film ini sedikit terburu buru, namun penampilan semua aktor dan aktris di film menurut saya sangat memukau hingga menutupi beberapa kekurangan film ini. Rami Malek berperan sangat baik, seakan dia memang terlahir untuk memerankan Freddie. Selain berakting dengan sangat baik, Rami juga mampu me re-create gaya, gerakan dan aksi panggung Freddie dengan sangat sempurna. Di beberapa scene ia juga memberikan penampilan emosional yang fantastis.

castPara pemain pendukung lainnya juga sangat membantu. Beberapa newcomer seperti Lucy Boynton sebagai Mary Austin dan member Queen lainnya Gwilym Lee sebagai Brian May, Ben Hardy sebagai Roger Taylor (yang super cute hehe..), dan Joseph Mazzello sebagai John Deacon, mereka semua berakting sangat baik. Meski masih tergolong newcomer mereka semua membangun chemistry yang baik sekali dengan Rami. Ada juga kemunculan Mike Myers sebagai Eksekiytif EMI Ray Foster yang terlihat berbeda dan nyaris tidak dikenali.

Di film ini Rami tidak menyanyi, namun vocal yang dipakai merupakan lagu asli Queen ditambah beberapa potongan suara pemenang Queen Extravaganza Marc Martel. Beberapa adegan live konser ditampilkan di film ini, puncaknya pada LIVE AID yang sangat menawan. Saat scene ini saya ingin bernyanyi namun karena saya tau saya berada di bioskop dimana penonton sangat tenang, alhasil saya hanya menggerakkan kaki dan mimicking/lipsync lol.

Beberapa konflik ditampilkan dalam film ini seperti konflik antara Queen dengan pihak EMI, hubungan Freddie dengan bandnya, Mary , keluarganya, kesadaran Freddie akan orientasi seksualnya (He’s gay),  hingga unhealthy/controlling/bad/toxic relationship Freddie dengan managernya Paul (sinister villain, you ruined him, damn you b!tch!!). Dan klimaksnya, Freddie yang merasa kesepian, kehilangan dirinya serta terjerumus dalam party, sex & drugs.

partySemua konflik tersebut sangat menarik, namun sedikit kritik jujur dari saya, durasi film yang hanya sekitar 2 jam lebih, tidak mampu menampung banyaknya cerita sehingga membuat film ini terkesan terburu buru, belum lagi  penambahan cerita fiktif yang cukup banyak supaya film ini menjadi lebih komersil hehe… (i.e: di film Freddie diceritakan menderita AIDS sebelum konser Live Aid padahal yang sebenarnya, Freddie mengetahuinya beberapa tahun setelah live Aid, dan mengungkapkannya kepada publik sehari sebelum kematiannya. Masalah solo karir di film ini menjadi konflik, yang dimana dalam kehidupan asli sepertinya member Queen yang lain tidak masalah dan beberapa penambahan cerita / fiktif lainnya)

Dalam film ini saya juga merasa hubungan Freddie dengan Mary Austin dan Jim Hutton terasa kurang dan dibiarkan begitu saja (come’on, mereka adalah 2 orang terdekat Freddie. Mary was his soulmate dan Jim partnernya hingga ia meninggal.) di Amerika, Film ini ber rating pg-13. Saya yakin LSF Indonesia sudah mensensor habis habisan rating pg13 ini lol. Mungkin kisah hidup Freddie yang kontroversial seharusnya lebih tepat dibuat dengan rating R. Namun jika begitu, kita semua tidak akan bisa enjoy menikmati dan bisa menyaksikannya di bioskop Indonesia. (your turn, Rocketman! I dare you to stay R Rated!😁)

Namun, saya sebenarnya tidak masalah dengan adanya beberapa kekurangan kecil dalam film tersebut. Mungkin saya berharap durasi film ini perlu ditambah lagi. Menurut saya film ini adalah salah satu film favorit saya & terbaik di tahun ini. Film ini wajib kalian tonton di bioskop, apalagi jika kalian adalah fans Queen. Ada salah satu scene saat Live Aid yang membuat saya berkaca-kaca. SPOILER: saat kamera menyorot mata Rami Malek, disaat itu kita sadar bahwa hidupnya tidak lama lagi dan ia hanya ingin memberikan yang terbaik. Beberapa scene emosional lainnya jg membuat saya tersentuh.

Saya juga menyukai humor yang ditampilkan di film ini, kostum, setting dan sinematografi. Sekali lagi, bagian favorit saya dalam film ini adalah akting para pemain khususnya Rami Malek dan adegan LIVE AID serta semua lagu Queen yang ditampilkan (I love QUEEN!)

ramiSebagai aktor, Rami Malek pantas untuk memenangkan sederet awards untuk penampilannya. Keterlibatan sutradara Brian Singer mungkin akan menjauhkan film ini dari nominasi Best Picture di beberapa ajang penghargaan. Sebagai informasi, setelah Brian Singer dipecat karena kasusnya dan konflik dengan para crew film, posisinya digantikan Dexter Fletcher (Sutradara Eddie The Eagle dan Rocketman). Namun sayang credit director kembali lagi kepada Singer berdasarkan peraturan Directors Guild of America.

Saya juga berterima kasih kepada film ini, karena generasi muda bisa mengetahui betapa kerennya musik Queen saat itu. (saat ini musik rock, youknowlah, penuh dengan autotune lol)

BOHEMIAN RHAPSODY

Overall, I enjoy this film so much. The movie is amazing, funny and sad. Rami played Freddie amazingly & his performance was just magnificent. I remember when I watched it last week, at very end, almost everyone in the theatre gave a standing ovation and clapping. A true testament to prove how great this film, especially Rami performances as Freddie Mercury)

Like I said before,  I was born the year Freddie Mercury died. So, thank you Bohemian Rhapsody for letting me feel and see even the slightest emotion of what I missed by not being born 20 years earlier. 

Baligitha Rate: Outstanding (8.5/10)

 

Movie Review: A Star Is Born (2018)

Movie Review: A Star Is Born (2018)

featured_5_3Great story, amazing performance & soundtrack, and heartbreaking. Mungkin itu beberapa kata yang tepat untuk menggambarkan film ini. A Star Is Born bisa dikatakan film favorit saya tahun ini. Sebenarnya saya telah menonton film ini seminggu lalu dan saat itu sebelum menonton saya menghindari semua spoiler. Saya hanya mendengar lagu Shallow yang fantastic serta menonton trailernya sebanyak satu kali. That was a great idea! Saat film berakhir saya tak henti hentinya meneteskan air mata.

Mental health sudah menjadi isu penting yang sering dibahas dalam musik ataupun film. Begitupun dalam film ini, dimana mental health juga menjadi salah satu cerita yang diangkat, disamping kisah cinta dan karir dari tokoh utama Jackson dan Ally.

Diceritakan Jackson Maine ( Bradley Cooper) adalah seorang musisi alcoholic dan drug addict bertemu dengan struggling artist Ally (Lady Gaga). Keduanya merasa cocok dan akhirnya membuat lagu serta tampil bersama di panggung. Mereka kemudian jatuh cinta, namun masalah mulai datang saat Jackson tidak bisa mengendalikan kecanduannya hingga karirnya mulai meredup.  Disisi lain karir Ally yang mulai meroket.

Brody-A-Star-Is-BornDi film ini juga digambarkan bagaimana industri musik / entertainment yang begitu penuh dengan pressure dan dark side.  Kisah Ally & Jackson  juga digambarkan beautiful + heartbreaking. Seusai menonton film ini, saya kembali tersadar bahwa Mental health  menjadi hal penting yang harus kita pedulikan dan bukan hanya menjadi wacana semata. Kita tidak tau apa yang ada dalam pikiran seseorang, bagaimana perasaan mereka dan apa saja yang mereka lalui, so be nice and kind to everyone. Ending dari film ini benar benar membuat saya speechless dan menangis.

Apresiasi luar biasa pantas diberikan kepada Bradley Cooper. Saya sendiri terkesima mendengar suara Bradley yang sangat indah. Bertindak sebagai sutradara, produser sekaligus penulis cerita, ini merupakan prestasi luar biasa untuk dirinya. Semuanya yang ditampilkannya dalam film ini sangatlah indah dan fantastic.

99D7A63B-D088-4BF2-BE5D-572CED644F0E_cx0_cy6_cw0_w1023_r1_sTak bisa dipungkiri, Film ini tidak akan berhasil tanpa Lady Gaga. Suara Gaga tidak perlu diragukan lagi. Di film ini, tidak hanya bernyanyi dengan indah dan luar biasa, namun Gaga juga memberikan penampilan yang sangat memukau. Bradley dan Gaga sama-sama memberikan chemistry yang sempurna dan sangat intens serta emosional. Saya yakin film ini akan mendapatkan apresiasi dari Golden Globe Awards dan Oscar (it should be!)

Applause juga untuk semua penulis dalam soundtrack film ini. Semua lagu  sangat indah. Favorit saya adalah Shallow, Remember Us this Way, Black Eyes, Maybe Its Time, Look What I Found dan  I’ll never Love Again.

Untuk kamu yang menyukai film drama musikal dengan cerita simple namun emosional, kamu harus menonton film ini.

Baligitha Rate: Outstanding (9/10)

 

**Sebagai tambahan entah mengapa saya berpikir banyak kesamaan film ini dengan Chester Bennington. Jika kita mengubah romance dari film ini menjadi friendship atau music, semuanya bisa menjadi kisah hidup Chester. Arizona, Musisi, Rehab, Drugs, Alcoholic, dan Mental Health!

7 Reasons Why You Should Stan Taron Egerton

7 Reasons Why You Should Stan Taron Egerton

taro

what is Stan? Stan means you look up to that person, you watch them or you truly love their content. It’s another word for saying you idolize someone or something. Its no secret that I’m a fan of Taron Egerton. Yeah I really really like&love him😁 (FYI I love him with Respect.). Ok, postingan yang sebenarnya tidak begitu penting untuk ditulis ini merupakan edisi fangirling pertama di blog saya. Sebenarnya saya ingin memposting ini saat Kingsman 2 rilis tahun lalu (September 2017) namun tragedi Chester (yang surprise! bertepatan dengan semua promo Kingsman 2 hingga jadwal rilisnya)  membuat saya tidak ingin menulis apa-apa nyaris selama setahun lebih.

Taron merupakan aktor pertama yang benar-benar saya suka dan so far mungkin satu-satunya, selama ini saya menyukai dan menonton banyak film, menyukai film tersebut tapi tidak peduli dengan aktornya hehehe.. (seriously, penting kah postingan ini? lmao.)

Pertama kali saya menyukai Taron karena melihat interview Taron di youtube saat  premiere film ‘Testament of Youth’ (film drama favorit saya) Februari 2015. Jika dilihat, ia memiliki personalitynya yang humble, fun dan sangat menyenangkan. Dalam interview tersebut dia juga berbicara tentang Kingsman, yang akhirnya, 2 hari kemudian saya tonton film itu  (dua kali di bioskop ya), dan kemudian mengikuti film-filmnya. First of all, he’s not perfect (of course, he’s a human just like us. for example; He smoke, drink too much, and clumsy, i think he said that in interview..). But,  Here’s 7 reasons why you should stan this guy:

1. His Great Personality, Sense of Humor, Very Humble, Chill, Sassy+Swag and everything!

He is so humble with interviewer also with fans (analisis ini berdasar semua video dan foto-foto yang saya lihat lol). He also has a great sense of humor. Simak beberapa interview Taron dengan Ali Plumb, Jonathan Ross Show, Fallon, di setiap premiere filmnya, dan banyak lainnya. Dia juga suka lipsync (vine, with his friends or alone) dan kadang tak tau malu (yang penting tidak malu-malu-in kan). Dia juga apa adanya. He dont really care about his looks or image. For example, dalam satu interview dia bilang kalo dia tidak seperti Eggsy di kehidupan nyata, dia mengaku clumsy dan gendut. Awesome! He also very Chill (sometimes he’s being awkward in interview too) Kalo ada pertanyaan yang “aneh-aneh” pasti dijawab dengan santai. Dia juga ceria setiap interview (semoga gak menyimpan apa-apa ya). Most importantly SWAG & SASSY. I dont know how to describe his Swag and Sassy personality, but he is.  Taron juga percaya diri banget, meski kadang dia sedikit awkward. He is like the male version of Jennifer Lawrence but less hyperactive. Oh yeah, he also very kind (well, seems like that, at least in his interview)

 

 

2. His Accent

Meski lahir di Inggris tapi Taron besar dan tinggal di Aberystwyth, Wales. He has very unique accent (mungkinkah ini aksen Wales atau Aberystwyth ataupun British? hehe) Seandainya saya memiliki accent seperti itu mungkin saya akan bicara terus terusan. Beberapa aktor lain yang berasal dari Wales seperti Luke Evans dan Iwan Rheon, aksen Welsh nya tidak sebagus Taron LOL.  Go on youtube and you’ll understand.

3. He Can SING!

Dalam interviewnya atau dalam video di sela-sela syuting bukan rahasia kalo dia suka sekali bernyanyi. Di salah satu episode serial Lewis dia sempat menyanyi beberapa lyrics. Kemudian lanjut mengisi satu lagu dalam soundtrack Eddie the Eagle hingga  dapat bernyanyi di film animasi Sing. I really really love his voice!! Taron sendiri pernah mengatakan dalam interviewnya bahwa salah satu mimpinya adalah bisa berakting dan bernyanyi dalam film musical. Akhirnya mimpi tersebut terwujud,  karena Taron akan full menyanyi di  “Rocketman” yang merupakan biopic Elton John. Film ini rencananya akan rilis musim panas tahun depan. Membayangkan, bakal punya album Taron saat Rocketman rilis pastinya bakal ear blowing dan heart blowing ^_^  (in this case, maybe only  me hehe). Also, good news! Taron juga akan tampil di season kedua Carpool Karaoke yang mungkin akan tayang tahun depan (episode ini pastinya akan mengobati rasa sakit saya saat melihat Carpool Karaoke edisi Linkin Park dan Ken Jeong tahun lalu)

 

 

4. His acting & Films

PhotoGrid_1538216774046

Manners Maketh Man.  Kingsman : The Secret Service adalah salah satu film spy terbaik dan juga favorit. Tidak diragukan dong jika Egerton berakting sangat baik sebagai Eggsy anak ingusan yang akhirnya menjadi gentleman. Dalam Kingsman Taron memainkan Eggsy tetap dengan image nya yang cheeky, witty, dan sassy (also cutie and very handsome hehe mulai..). Setelah Kingsman Egerton tampil di film Testament of Youth dan Eddie The Eagle, dimana ia tampil sangat berbeda menjadi Eddie Edwards, berkacamata dan lebih geek. Di pertengahan film ia tampil dengan kumis dan ini salah satu film favorit saya. Karakter ini sangat berbeda dengan Eggsy. Film Eddie The Eagle juga mendapat kritik yang sangat positif di luar negeri sana dan ini juga merupakan  salah satu film favorit saya. Selanjutnya Taron juga mengambil beberapa film berbeda seperti Legend (mad psikopat?), Billionaire Boys Club (i dont know, playboy? playful?), dan yang akan segera tayang bulan depan Robin Hood. Dalam beberapa video Behind The Scenes Robin Hood Taron dilatih oleh pemanah tercepat di dunia dan dia sangat-sangat mengesankan. Dia juga segera akan tampil di Kingsman 3 dan serial animasi anak-anak Moominvalley. Dan tentu saja Rocketman dimana dia akan tampil seperti Elton John, transformasi yang bener bener speechless.. (setiap transformasi dalam film filmnya yang berbeda membuat saya semakin menyukainya!)

Harapan saya suatu saat dia akan bergabung dengan Marvel / Disney, hehe (fyi Taron ikutan audisi Han Solo tapi saat 2 besar kalah (atau entah dirinya mengundurkan diri) dari Alden Idontkownhisname.)

5. He is a good looking guy. Of course, he’s handsome and cute. 

"Testament Of Youth" - World Premiere Centrepiece Gala VIP Arrivals Supported By The Mayor Of London - 58th BFI London Film Festival

He’s good looking and cute. Ok, handsome too. No need to explain.

6. His personal life 

Salah satu yang membuat saya salut kepada seorang artia adalah bagaimana dirinya bisa memaintance kehidupan pribadi mereka (honestly, if I ever became famous/celebrity, I’d probably end up a drug addict or commit suicide. I dunno how celebrities handle it! Salut). Taron sendiri dalam hal ini (untuk saat ini sih) So far tidak ada scandal aneh-aneh dan tidak menjual kehidupan pribadi untuk publisitas eaaaa. And he’s still so humbe kepada pers ataupun fans. He has a girlfriend and their relationship are low key, sweet and cute (his girlfriend is beautiful^_^). I REALLY HOPE he dont do stupid things like beating woman or assaulting someone. Pleasee Taron, dont U ever do it. Taron juga sangat mencintai keluarga dan teman-temannya, dalam suatu interview dia menceritakan menjadi aktor yang kini dikenal tidak mengubahnya, ia tetap Taron yang sama yang berasal dari kota kecil di Aberystwyth,Wales. Taron juga sempat membeli rumah untuk Ibunya saat ia sukses. Ia juga bercerita bahwa keluarganya berperan besar dan sangat support dalam mendukung karirnya. Taron also a gentleman! Dalam interview Kingsman The Golden Circle, ia menolak salah satu scene tertentu (hmm you know what scene lol), karena ia merasa tidak nyaman dan respect kepada lawan main perempuannya, dan akhirnya suami dari sang aktris yang menggantikannya :D. Taron juga cukup aktif dalam kegiatan sosial. Ia adalah salah satu ambassador dari MDA Association, non profit organisasi untuk curing muscular dystrophy, ALS and related diseases. Taron juga berpartsipasi dalam Global Education Event bersama beberapa artis lain di Dubai.

https://people.com/movies/kingsmans-taron-egerton-reveals-he-bought-his-mom-a-house-to-thank-her-for-supporting-him-through-drama-school/

 

7. He is meme-able

PhotoGrid_1538026951452

This.

Album Review: Twenty One Pilots – TRENCH

tren

They’re back! Setelah kesuksesan album Blurryface, world tur yang panjang, kemenangan grammy dan hiatus yang cukup panjang, akhirnya Band favorit saya (setelah Linkin Park) Twenty One Pilots kembali dengan album terbarunya berjudul Trench. Album ini telah rilis di seluruh dunia pada tanggal 5 Oktober 2018.

Album ini merupakan tantangan berat bagi Tyler Joseph dan Josh Dun setelah kesuksesan besar Blurryface (almost every tune on Blurryface went multiplatinum and platinum, their mv reached over 1billion, etc). Kali ini Tyler bekerja sama dengan Paul Meany dari Mutemath untuk memproduseri lagu yang semua lyricnya dia tulis sendiri (Tyler selalu menulis dan menciptakan semua lyric di albumnya).

Untuk genre dan tema yang diangkat dalam album ini masih terdapat banyak kemiripan dengan Blurryface namun lebih dalam dan lebih dewasa dalam menulis lagu serta bermusik. Lewat album ini mereka juga menjelaskan ‘what life is like inside the band’s alternate universe’. Beberapa istilah seperti dema, clancy, nico, dll juga terdapat di album ini. (So in this album, Tyler alternate universe of life, theres a city in called Dema. Much of the record consists of  Tyler Joseph attempting to escape this city, which seems to represent mental imprisonment and the need to break free from brokenness and the hold of Blurryface).

trench 2Di dalam album ini terdapat 14 lagu. Diawali dengan ‘Jumpsuit’ sebagai opener. Musiknya mengingatkan kita pada band Black Keys. Permainan Bass dan drum yang sangat epic dari Tyler dan Josh. Liriknya sendiri bercerita tentang insecurity (“I cant believe how much I hate/Pressures of a new place roll my way”) dalam album ini kembali terjadi transisi musik epic seperti lagu-lagu Twenty One Pilots sebelumnya (read my past review about Vessel and Blurryface). Di lagu ini Tyler juga memperlihatkan kemampuan screamnya.

Lagu selanjutnya Levitate dan Morph. Levitate,  fast rap from our beloved Tyler Joseph. Morph, a terrific track yang juga sangat catchy, lagu ini sekilas mengingatkan kita pada lagu hit mereka Stressed Out.

trenchSalah satu lagu paling catchy di album ini, My Blood menjadi lagu keempat. Diawali dengan musik slow, permainan bass Tyler hingga falsettonya yang manis sekali. Lagu ini cocok sekali dimainkan saat konser dan sangat radio friendly. Mv nya sendiri sudah rilis beberapa hari lalu, salah satu mv terbaik dari Twenty One Pilots.

Salah satu lagu terbaik di album ini (which is my #1 fave track from this album. “Chlorine”. Lagu ini seperti “slow burner”. Slow in the beginning kemudian BOOM amazing.  I think this song make reference to a suicide attempt. (Ive been trying to figure out what this song could be about.. Maybe WILLINGLY drinking chlorine feels similar to having to put on the Blurryface persona in order to write from that perspective which is toxic and deadly to purposely consume and go to those emotional places. Maybe he feels like he loses himself too much in the process with that persona on, in which “HE’LL be back when it’s complete/beat is a chemical? I’m not sure.). Lagu ini juga memiliki structure luar biasa dan ending yang epic serta transisi perpindahan musik yang luar biasa (ala The Catalyst LP). This is the best! Outstanding!

trench 3Smithereens, lagu paling sweet yang ditunjukkan Tyler untuk istrinya. Tidak kalah dari Tear of My Heart dalam album Blurryface, Smithereens menjadi track dengan  outstanding sweet lyric ‘For you/ I’d go write a slick song just to show you the world/.‘ aww beautiful.

twenty_one_pilot_jumpsuit_960-1.pngNeon Gravestones menjadi lagu selanjutnya. In my opinion, this is the darkest song also the most controversial song from Twenty One Pilots. Diawali dengan dentingan piano, rap dari Tyler, drums dan semakin kompleks di akhir. Akan menjadi diskusi yang panjang kita kita menyamakan persepsi kita masing-masing tentang lagu ini. Beberapa orang mengaitkan lagu ini dengan pop culture yang men-trigger kan suicide (hmm 13RW?), tragedi kematian beberapa selebritis like our beloved Chester Bennington (Chester is a big fan of TOP dan Tyler sempat menyampaikan simpatinya kepada Mike sebelum acara AMA 2017), hingga kematian artis lain.

For me, this song is about him (Tyler) argues that we should not glorified suicide. (suicide is majorly glorified and it needs to be stop). People talk about suicide but not many people do something about it. Saya yakin ini salah satunya adalah untuk orang-orang/media yang tidak peduli kepada artis hingga akhirnya mereka memujanya dan mengangkat namanya saat si artis telah tiada (sakit kan). Tyler also believe we should celebrated life not the darkness of suicide (setuju, saya pun masih susah untuk mengingat chester saat ia hidup dibanding kesedihan saat ia pergi). Ok I dont think I can  listen this song without crying. Theyre just,  i dont know. Amazing.

Salah satu lagu yang sangat potensial menjadi hits mereka selanjutnya adalah The Hype. Lagu ini sekilas mengingatkan saya pada musik band oasis. Drums, Ukulele dan teriakan Tyler menjadi pelengkap lagu ini. Awesome.

c00b2e2f-twenty-one-pilots-nico-and-the-ninersNico and the Niners, serta Cut My Lips menjadi lagu selanjutnya. Nico diawali dengan musik ala reggae, permainan drum Josh Dun mengawali rap Tyler, dan catchy chorus. Cut My Lips, terasa seperti lazy track namun sangat unik. This probably my least fave track from this album but i still love it lol.

Meskipun repetitif, Bandito tidak terdengar cheap/cheesy. This track is an excellent example of the power behind layered sounds, displayed masterfully in the bridge, last chorus and outro. Jadi, dengerin sampai habis ya. Karena bakal ada super epic ending di lagu ini (karena lagu ini sudah seperti journey film aja hehe). Disini sekali lagi Twenty one Pilots memperlihatkan kemampuan transisi musik yang luar biasa.

tyPet Cheetah, salah satu lagu yang unik dalam musik dan juga lyric. Hmmm how can i explain this song in Indonesian ya? Ok, so this song mixes techno, rap and rock, along with a healthy dose of reggae and house. No one out there makes music as thrilling as this right? Dan ada Jason Statham juga dibawa-bawa dalam lyric lagu ini. Lagu ini menceritakan kerja keras Tyler untuk kembali dengan album Trench, dimana ia kesulitan untuk menulis lagu karena ia ekspektasi dan tekanan karena kesuksesan besar Blurryface. Disini kita juga mengetahui jika Clique (sebutan fans Twenty One Pilots) memiliki arti yang sangat penting bagi dirinya. Thanks TyJo

 

 

Salah satu lagu personal di album ini adalah Legend. Menceritakan tentang Tyler’s grandfather yang meninggal. Upbeat in sound, a funky keyboard phrase and simple drum track, is heartbreakingly bittersweet as Joseph reminisces about his grandpa’s legacy:). You’re a legend in my own mind/ My middle name/My goodbye. Very nice right?

Album ini ditutup oleh Leave The City yang mengingatkan kita pada lagu Goner di album Blurryface. Starts with slow music and the song ends with Tyler quietly compelling vocals and piano. Pasti sangat epic jika lagu ini dimainkan saat live. (semua lagu di album harus ini dimainkan live!).

Overall ini adalah salah satu album terbaik dan favorit saya. Mereka lebih dewasa dan versatile both lyrically and musically dalam bermusik. Mereka tidak peduli pada mainstream pop anthem. This is also a power album untuk orang orang yang mempunyai depresi, anxiety (me) or even suicidal thoughts. The power of music + talent + voice + meaninful lyrics also encouragement to keep alive = A MASTERPIECE.   (9/10)