THIS! Finally my dreams come true!!
Setelah menunggu dan bermimpi selama 10 tahun lamanya untuk bertemu dan menyaksikan konser Linkin Park secara live, akhirnya impian saya menjadi kenyataan. Pada tanggal 21 September 2011 akhirnya saya berhasil menyaksikan konser yang telah saya tunggu-tunggu sejak usia 10 tahun, dan tidak hanya itu sebagai LPU (Linkin Park Underground) Annual Member, saya juga mendapat invitation Meet&Greet sebelum konser di mulai dengan Linkin Park!!
Saya tiba di Jakarta satu hari sebelum konser Linkin Park di Jakarta. Saya menginap di Harris FX Suites Hotel (great hotel and best services ever!) di lantai paling atas yakni 47, dimana saya bisa melihat GBK dengan jelasnya. Keesokan harinya, pagi hari saya lari pagi untuk mengelilingi GBK yang mana sangat dekat dengan Hotel saya menginap. Terdapat bermacam-macam kelas untuk konser Linkin Park di GBK ini, dengan pintu masuk berbeda tentunya. Tribun di bagi menjadi Yellow Class, Green, Blue, VVIP, Presidential Box, Purple, dan Orange. Sedangkan festival hanya kira dan kanan (A&B). Setelah berkeliling dan menemukan pintu masuk festival A, saya kembali ke hotel. Pada pukul 11.30, saya kembali ke GBK bersama beberapa teman, untuk mengikuti gathering fans Linkin Park Indonesia. Gathering berlangsung sangat menarik dan saya sangat senang bertemu banyak teman disana. Pada pukul 2 siang, saya mendapat email mengenai tempat meet&greet Linkin Park yang ternyata berada di GBK, namun terpisah dari venue.
THE MEET AND GREAT!!! Tepat pukul 5 sore, saya dan orang-orang yang terpilih untuk mengikuti meet&greet telah menunggu di depan pintu ruangan yang nantinya akan menjadi tempat meet&greet. Namun ternyata kami harus menunggu hingga lebih dari 2 jam, lantaran pesawat jet Linkin Park tiba terlambat di Jakarta. Kira-kira pukul 7 malam, meet&greet dimulai. Meet&greet ini dibagi menjadi 2.
Orang-orang yang mengikuti meet&greet dari pemenang quiz, masuk terlebih dahulu dan hanya mendapat waktu 10 menit. Sedangkan saya dan para LPU lainnya mendapat waktu lebih lama, dimana saya yakin nantinya kami akan masuk LPTV episode hahahahaa….
SUPER NERVOUS!! Yes, ketika memasuki ruangan kecil meet&greet saya merasakan jantung saya berdebar kencang, panas dingin, dan speechless. Akhirnya saya dapat MELIHAT LINKIN PARK DI DEPAN MATA SAYA DALAM JARAK SEKITAR 30CM!! and its real!! Ok, we will talk about them, each person. Start from Brad, ternyata dia tidak banyak berbeda dengan yang ada di TV, namun lebih ganteng dan putih. Begitu juga dengan Rob dan Phoenix. Joe terlihat lucu dengan rambut yang ia ikat!! Dan yang paling membuat saya berhenti bernafas adalah Mike Shinoda dan Chester Bennington, the both frontman, duduk bersebelahan (yes, almost in every meet&greet they’re always sit close/together).
Chester yang biasanya kita lihat kecil di tv, ternyata sangat tinggi, dan tattoonya benar-benar art. Mereka berdua juga sangat tampan, 10x lebih tampan dari tv/fto. Putih dan sangat mulussss (their skin and face)!!! DAMN! WHAT A GOD CREATURE!, dan mereka semua sangat ramah! Terutama Chester, yang mana dia sangat sungguh-sungguh mendengarkan perkataan fans dan berbicara dengan sangat lembut OMG! Tepat di depan Chester saya memberikan destar bali (sejenis topi), dan Chester memakainya, dia bahkan
menunjukkan destar tersebut kepada Mike (yang masih menandatangani), dan mereka tertawa bersama. Saya juga memberikan buku tentang Bali Island kepada Mike, yang mana saya benar-benar nervous dan speechless, saking gugupnya saya tidak tau/ingat apa yang saya katakana panjang lebar, dan bahasa inggris saya menjadi kacau (sepertinya), namun astaga, Mike tetap mendengarkan dengan sungguh-sungguh, GOD! Mike is very charismatic, handsome and warm person! Rob is super quite and Phoenix is very funny guy! Saat menandatangani CD ats saya, dia menggerakkan tangan boneka (dari fans) untuk menandatangani CD saya, cute!! Semuanya THE BEST MOMENT EVER!
FINALLY THE CONCERT!! Sehabis meet&greet saya dan yang lainnya langsung
berlari keluar untuk menuju gate masing-masing. Saya masuk melalui pintu merah untuk menuju festival A bersama 3 teman saya. Alhasil kami mendapat tempat berdiri paling belakang, namun akhirnya setelah 30 menitan, saya berhasil maju hingga ke depan (menerobos dong!), hingga 3-4 row. Konser dibuka dengan intro The Requiem dan dilanjutkan dengan Papercut. Dan tidak salah berada di Festival, orang –orang di kelas ini benar-benar GILA (IN A GOODLY WAY!), mereka loncat, berjingkrak, bernyanyi dengan penuh semangat lagu demi lagu, TOTALLY COOL! Meski bersesak-sesak namun saya tidak menyesal karena THIS IS ROCKS!!. Given Up dan New Divide menjadi lagu selanjutnya yang mereka
bawakan, meski semua basah keringat saya untuk pertama kalinya menggila dengan ikut berteriak, loncat dan atraksi seperti penonton festival lainnya. Chester benar-benar menunjukkan semua vokalnya dengan maksimal, suatu performance yang luar biasa untuk laki-laki usia 35 tahun yang masih memiliki teriakan sama seperti ketika 10 tahun lalu! What a creature! Selanjutnya, Faint, dimana penonton kembali menggila, yes everybody know this song and LOVED it!!! Dilanjutkan When They Come For Me!, dimana Chester ikut bermain alat music sejenis drum! Cool! Mike juga sangat powerfull. Waiting For The End menjadi track selanjutnya dmana semua orang ikut mengangkat tangan ke
atas dan GBK malam itu benar benar dibakar api semangat!! Saya tidak sempat melihat ke area tribun (dimana terdapat 15 hingga 20 ribu orang lebih disana karena pandangan saya terus mengarah ke depan panggung! Mike is amazing, setiap ngerap dia hampir selalu membawa gitarnya kemana-mana. Ketika Iridescent dimainkan, saya nyaris menangis karena lagu ini begitu emosional, Mike dan Chester menyanyi dengan indahnya, begitu juga dengan personel LP lainnya yang bermain tanpa cacat, saat gang vocal, semua bernyanyi, dan sekali lagi tidak salah saya memilih festival, meski dorong-dorong dan bersesakan, namun 90 persen dari mereka hafal lagu-lagu LP dan bernyanyi bersama.
Numb. Yes! Ketika lagu ini dibawakan, semua penonton bernyanyi, seolah lagu kebangsaan merah putih telah tergantikan oleh lagu Numb sejuta umat ini hahahaa… everyone LOVED THIS SONG! Breaking the Habit dan Shadow of The Day menjadi lagu selanjutnya, yang mana semangat penonton di GBK masih tetap ON FIRE! Chester bernyanyi dengan 1000% penjiwaan! I SWEAR! Lagu selanjutnya Crawling dan One Step Closer, saya sempat khawatir karena sebagian besar lagu yang mereka bawakan menuntut Chester untuk selalu berteriak-teriak,tapi kekhawatiran saya lenyap, Chester bernyanyi sangat bagus, kesana kemari, menjelajahi panggung dengan penuh semangat, membuat saya dan penonton semakin histeris, dan sayangnya Mike lebih banyak menghabiskan waktu dengan piano/gitar dan lebih sering berdiri di tengah panggung. (ps. Mike kembali memakai baju favoritnya, yaitu kemej kotak-kotak hitam yang sangat sering ia pakai dalam shownya J )
Fallout, The Catalyst dan Blackout menjadi 3 lagu selanjutya, its amazing!!! Mereka bernyanyi dan bermusik tanpa lelah and theyre care and LOVED the audience!! And yeah, mike still in the centet stage. Saat In The End dimainkan, penonton tambah menjadi heboh lagi. Mike yang biasanya turun ke Festival B, saat bridge lagu, untungnya tidak turun (karena hal itu akan membuat saya jealous setengah mati, karena saya berada di Festival A ). Mike maju ke depan, dengan membawa mic panjang, dan mengarahkannya ke audience, WOW!! Semua penonton festival maju ke depan, karena heboh ingin menyentuh mike (but they couldn’t LOL), then What Ive Done , menjadi spektakuler, dimana Chester menyertakan teriakan di bagian bridge, (seperti yang
ia sering lakukan di konser2 di eropa). LINKIN PARK ARE AMAZING!!! THANKS GOD FOR CREATED AMAZING CREATURE LIKE THEM!!! Konser di tutup dengan encore Bleed it Out dan A Place For My Head, Rob bermain drum solo, super cool!, selesai konser, mereka melempar souvenir, Chester dan Mike berangkulan dan maju ke depan untuk mengucapkan terimakasih. Penonton beramai-ramai mengatakan ‘We Want More’ sayangnya show tetap harus selesai.
Selesai konser, nyaris pukul 11 malam, badan saya terasa patah dan remuk, namun saya sangat puas, Thank God, impian saya sejak usia 10 tahun, menjadi kenyataan, saya sangat berterimakasih kepada kedua orang tua saya yang telah membiayai seluruh perjalanan saya ke Jakarta, also my brother who bought me the ticket (because I have no enough money to bought it), also friends and Linkin Park. THEY’RE AMAZING!!! Saya sangat berharap mereka akan kembali lagi ke Indonesia, I WANT MORE ! HAHAHA J , So, Finally after a long waiting, mimpi saya menjadi kenyataan, ingin rasanya saya mengatakan banyak hal saat meet&greet namun rasa gugup membuat saya tidak mengatakan semuanya. LINKIN PARK IS THE NICEST BAND ON THE EARTH, THE GREATEST and MY FAVORITE BAND ALL TIME. I will still love them, their music until the next decade I think, until I get married, have a child, I will, I WILL STILL A BIG FAN OF THEM!! THANK YOU LINKIN PARK (MIKE,CHAZ,PHI,JOE,ROB,BRAD)! YOU GUYS MEANS EVERYTHING TO ME!!
P.s: untuk foto2 lengkap bisa diliat di facebook saya: facebook.com/winda.fitricia.arigitha serta untuk video konser silahkan berkunjung ke youtube.
Thanks –winda–
Interim adalah sebuah EP (mini album) yang khusus di buat Ferras, penyanyi Amerika yang sebelumnya dikenal lewat single Hollywoods not America, untuk para fansnya yang sangat menginginkan musik barunya. Meski penggemarnya tidak banyak, namun saya rasa fans Ferras ini (including me!) memang mempunyi selera music sendiri. Jika anda menginginkan sebuah suara yang powerful, music dengan alunan piano, dan benar-benar music yang sangat artistic, Ferras lewat album ini boleh dikatakan sangat sempurna untuk memenuhi kebutuhan anda.
Menurut saya sendiri, Interim adalah salah satu album terbaik yang pernah saya dengar. Hanya ada 5 lagu dalam mini album ini, dikemas dengan music yang minimalis, yakni hanya permainan piano saja. Meski dikatakan akustik, namun menurut saya album ini sangat luar biasa dan benar benar breathtaking Permainan piano dan suara, improvisasi dan gaya bernyanyi Ferras mengingatkan saya akan Elton John, he’s like the younger version of Elton! Dari 5 lagu, 3 lagu yang menjadi favorit saya adalah Wall Around My Heart, Ghost dan menurut saya, lagu terbaik sepanjang karirnya (which is being one of my fave single all the time) adalah Phantom Song. Wall Around My Heart sudah pernah saya bahas beberapa bulan lalu.